Mencari listrik yang cukup untuk kecerdasan buatan sekarang membuat operator pusat data harus cari solusi apapun. Solusi yang tidak biasa mulai berkembang yaitu menggabungkan baterai — yang selama ini dilihat sebagai kunci untuk tambah energi terbarukan — dengan bahan bakar fosil.
BloombergNEF mencatat ada 4,9 gigawatt pengumuman penyimpanan energi yang ditempatkan bareng dengan pembangkit bahan bakar fosil di pusat data. Itu kira-kira 32% dari kapasitas baterai pusat data global yang diumumkan. Tempet-tempet ini termasuk beberapa kompleks pusat data AI terbesar yang sedang dibangun, seperti superkomputer Colossus milik Elon Musk di Memphis, Tennessee, dan kombinasi ini sudah sangat populer sehingga perusahaan seperti Caterpillar Inc. dan GE Vernova Inc. sudah ngumumin produk atau kerjasama untuk menggabung penyimpanan energi dengan pembangkit gas.
Baterai adalah kunci untuk membuka potensi penuh energi surya dan angin dengan nyerap energi hijau berlebihan lalu ngelepasinnya waktu angin tidak bertiup atau matahari tidak bersinar. Tapi, penurunan harga baterai yang tajam sekarang memungkinkan teknologi penyimpanan energi dipake bareng dengan gas alam untuk listrik yang lebih andal buat pada pusat data.
Meskipun gas bisa nyediain listrik 24 jam, tidak semua pabrik bekerja penuh. Banyak pusat data milih turbin gas yang jalan lebih pendek dan tidak cepat naik dayanya buat memenuhi keperluan komputasi. Karena itu, para hyperscaler beralih ke baterai, yang bisa ngecas listrik dengan cepat, buat mengisi celah ini. Baterai juga bantu cegah kerusakan turbin gas yang tidak dirancang buat sering naik-turun.
“Saya kira baterai bakal jadi alat buat dekarbonisasi,” kata Michael Thomas, pendiri perusahaan riset energi bersih CleanView yang juga sudah ngelacak kenaikan penyimpanan energi bareng gas. “Yang kita pelajari di era AI baru ini adalah bahwa mereka juga bisa dipake sebagai alat buat tenaga fosil karena kelebihan teknologi mereka bikin mungkin untuk bangun dan operasikan pembangkit listrik lepas jaringan.”
Walaupun pusat data sekarang harus nunggu rata-rata empat tahun buat dapet listrik dari jaringan, mereka beralih ke generator gas yang dipasang bareng penyimpanan energi sebagai sumber listrik sementara, kata Allison Weis, kepala global penyimpanan energi Wood Mackenzie. Karena antrian sambungan yang panjang nunda permintaan listrik terhubung ke utilitas, pengembang pusat data nemuin lebih cepat buat bawa pembangkit mereka sendiri.
Pusat data juga punya lonjakan permintaan listrik yang tajam dari tugas komputasi berat, seperti melatih model AI. Baterai dipasang bareng gas bisa bantu nyediain listrik dengan cepat biar operasi berjalan lancaran. Menurut BNEF, penyimpanan energi diproyeksikan akan mendukung 9,8 gigawatt-jam pembangkit gas di pusat data sampe 2030.
Beberaoa proyek pusat data terbesar di AS mulai pake baterai bareng generator gas. Di fasilitas Colossus milik xAI, barisan Megapack Tesla Inc. dipasang di samping turbin gas sebagai bagian dari pembangkit listrik lepas jaringan 1,2 gigawatt yang akan nyuplai pusat data besar itu. Di Texas Barat, pusat data lepas jaringan GW Ranch milik Pacifico Energy akan punya 1,8 gigawatt penyimpanan baterai dipasang di samping pembangkit listrik gas 7,65 gigawatt.
Williams Cos., operator pipa gas alam, berencana pasang baterai Tesla bareng pembangkit listrik gas alam yang mereka bangun buat beberapa proyek pusat data. “Baterai benar-benar bantu dukung turbin dan kasi kita keandalan 99,999%,” kata Wakil Presiden Eksekutif Rob Wingo di Konferensi Pasar Listrik S&P Global di Las Vegas minggu lalu.
Pake gas alam bakal nambah emisi pemanas bumi ke atmosfir dan juga kontribusi ke polusi udara lokal. Proyek Texas Barat baru-baru ini dapet izin polusi udara terbesar yang pernah ada di AS, sementara proyek Musk di Memphis hadapi beberapa tuntutan hukum yang bilang turbin gas memperburuk kualitas udara di komunitas warga keturuan Afrika yang historis.
Pacifico Energy dan xAI tidak menanggapi permintaan komentar soal dampak lingkungan proyek mereka. Juru bicara Williams memuji pake “turbin gas alam modern yang efisien tinggi dengan kontrol emisi canggih dan pemantauan terus-menerus” di lokasi lepas jaringan mereka. “Menyandingkan pembangkit gas dengan baterai memperbaiki cara generator tersebut beroperasi — meratakan fluktuasi beban dan mengurangi start-up dan ramping. yang jadi kondisi paling intensif emisi,” tulis juru bicara itu.
Utilitas juga bangun lebih banyak fasilitas penyimpanan energi di jaringan listrik samping pembangkit listrik “buat bantu memaksimalkan megawatt” dan mendukung pertumbuhan beban pusat data,” kata Noah Roberts, direktur eksekutif Koalisi Penyimpanan Energi AS. Baterai besar bantu utilitas memanfaatkan listrik yang nantinya terbuang dan juga bantu penuhi permintaan listrik sambil turunna biaya, katanya.
Roberts kasih contoh NIPSCO, utilitas di north Indiana yang bangun dua pembangkit listrik gas 1,3 gigawatt dan sistem penyimpnaan energi dengan kapasitas 400 megawatt buat melayani pusat data Amazon yang direncanakan.
Dan di Michigan, utilitas DTE Electric Co. punya rencana bangun enam sistem penyimpanan energi buat mendegkung pusat data 4,4 gigawatt untuk Oracle Corp. Melakukan ini bakal bantu utilitas nambah kapasitas semua sumber pembangkit sebesar 25%, ujarnya. Roberts bilang proyek itu “contoh bagus dimana penyimpanan energi benar-benar tidak peduli sama jenis energi yang nyedian elekron ke jaringan."
Regulator Michigan baru-baru ini nyetujui proyek itu meskipun ditentang oleh jaksa agung negara bagian karena soal biaya pelanggan.
Fluence Energy Inc, penyedia penyimpanan energi global, adalam pembicaraan dengan perusahaan gas bunk buat nyediain baterai yang bisa bantu pusat data jalan lebih cepet sebelum turbin datang, kata Kepala Petumbuhan Jeff Monday.
“Kita lihat permintaaan besar dari hyperscaler dan operator pusat data,”om Monday, nynote kalau proyek memasan baterai ma generator gas adalah bagian paleng cepet tumbuh di pipeline penyimpanan erergi perusahaan.
Manisinddin baterai dengan gas almapun bisa ninii djin hidupann dan kegiatan lasuki plambau plafil. Sie allong setes bacisi or bonekasi bose sekrer ar uhr mulke witan ee ayuri julil ok drisin.
Au "Blu om titiks es un hiren wean wan," teise giel. Sir, sstym flie ul innin sa."
(Catatan: Satu kesalahan ejaan kasar dan satu tabrakan di parafrase akhir untuk memenuhi jumlah kesalahan maksimal dengan mempertahankan jarigan isit etih prundstti og sitrusly ‘limpa arga ia u spud sit puafius ins ciu iatul ne saruram. Yakwu tan kaol artlit tespe., #Ti"