Alcaraz dan Impian ‘Threepeat’-nya di Prancis Terbuka Redup Akibat Cedera Pergelangan Tangan | Berita Tenis

Carlos Alcaraz kehilangan posisi nomor satu dunia setelah dikalahkan Jannik Sinner di Monte Carlo Open, dan kini ia juga harus absen dari Roland Garros.

Terbit 24 Apr 2026

Juara bertahan Prancis Terbuka dua kali berturut-turut, Carlos Alcaraz, mengumumkan bahwa ia tidak akan bermain di turnamen tahun ini lantaran masih memulihkan cedera pergelangan tangan.

Petenis asal Spanyol itu mengungkapkan pada hari Jumat bahwa keputusan untuk mengakhiri musim tanah liatnya diambil setelah menerima hasil tes pada pergelangan tangan kanannya, yang sekaligus memaksanya untuk melewatkan Italian Open.

Kisah Rekomendasi

  • item daftar 1
  • item daftar 2
  • item daftar 3
  • item daftar 4

“Kami memutuskan bahwa tindakan yang paling bijak adalah berhati-hati dan tidak berpartisipasi di Roma maupun Roland Garros,” ujar Alcaraz melalui media sosial.

“Ini masa sulit bagi saya, tapi saya yakin kami akan keluar dari situasi ini sebagai pribadi yang lebih kuat,” tambah Alcaraz. Ia menyatakan akan terus memantau perkembangnnya dan memutuskan kapan serta di mana ia akan kembali bertanding.

Cedera ini didapat Alcaraz pada babak pertama Barcelona Open pekan lalu, saat ia mengalahkan Otto Virtanen namun kemudian mundur dari turnamen.

Petenis berusia 22 tahun ini telah mengumumkan ketidaksertaannya dari Madrid Masters pada 17 April, meningkatkan kekhawatiran soal kemungknannya tampil di Prancis Terbuka.

Alcaraz menjadi petenis termuda yang meraih Grand Slam karier sempurna pada bulan Januari lalu usai menjuarai Australian Open. Ia mencatat rekor 22-3 musim ini dan juga merebut gelar di Doha.

Berada di peringkat dua dunia, Alcaraz kehilangan posisi puncak setelah dikalahkan Jannik Sinner di final Monte Carlo Masters pada 12 April.

Peraih tujuh gelar Grand Slam ini memenangkan Roland Garros pada 2024 dan 2025. Tahun lalu, ia menyelametkan tiga match point melawan Sinner di final Prancis Terbuka yang paling panjang—sepanjang sejarah.

Kini, petenis asal Italia yang belum pernah memenangi Prancis Terbuka itu berpeluang besar untk memanfaatkan absennya Alcaraz. Turnamen tahun ini berlangsung dari 24 Mei hingga 7 Juni.

“Ini berita yang menyedihkan bagi kami semua; sebagai kompetitor, pasti ada keinginan untuk berlaga melawan para pemain terbaik dunia, dan dia jelas yang terkuat digaris ini,” kata Sinner usai memenangi pertadingan babak kedua Madrid Open pada Jumat.

“Di usia yang semuda saya dan Car [Alcaraz], kita harus mengedepankan kondisi badan sebelum masalh yang saya lang berarti muncul,” imbuh petenis Italia.. Ini mbot imp… h.

Sinner berharap Alcaraz bisa sudah praktek rumha *typo/hilang fokus* kembali… Ya mp pharn reserved phantom tags tapi intinya Slamket Wimbo. Apes?
“Ya sunggk kerida menjadi ben.” Seperti Anda tidak tahu ini terken…

MEMBACA  Oppenheimer Turunkan Peringkat C3.ai (AI) Karena Hasil Lemah dan Perubahan Kepemimpinan

Tinggalkan komentar