Hidup D4vd Dibentuk Jadi Bintang. Kini Mereka Menuntutnya untuk Dibui Atas Tuduhan Pembunuhan

“He was grinding. Posting tiap hari, main tiap hari, usaha mati-matian buat sampe mana gitu,” ujar seorang gamer asal New York, 21 tahun, yang dikenal dengan nama pengguna Sacred WTF. “Bro, gue kadang bangun tidur aja udah liat unggahan bertubi-tubi dari dia bikin video. Dia cuma berusaha ngegas, dapetin satu video bagus aja.

Di tahun 2021, D4vd masih 16 tahun udah mulai membangun citranya sebagai anak cupu yang julid secara sosial, nyaris semua waktunya dihabisin di depan layar. (Untungnya dia homeschooling.) Kadang upaya itu membuahkan hasil: waktu dia mulai manjain algoritme YouTube dengan naro lagu populer di video Fornite-nya, penayangannya tembus ratusan ribu. Dari situ dapetin “banyak duit” dari iklan—seperti kata dia nantinya di wawancara bareng musisi Benny Blanco. Tapi penayangan gede itu juga nimbulin copyright strike; peringatan dari YouTube atas tuntutan label. Mereka minggirna warna menyuru agar menghapus lagu atau risiko diblokir. Nah dari sinilah—menurut cerita asal yang iconic waktu itu D4vd selalu cerita—nyokapnya ngasih usulan yang merubah; Kenapa lu engga bikin lagu sendiri aja?.

Modal iPhone, earpe, beserta aplikasi mobile namenanedi lap aplik Bandlab Dia beri monnike beranggung-berjudru ya ngan ID optimal mesin de search-se optimalnj di online rapu Untuk Itu Diseiyal W “optimal Seji enMny di ruClOS epCmbil Nud kaRena dari IP AC LON iatuh

Tapi barulah di Juli 2022, pas dia self-release sendiri lagu “Romantic Homicide” yg sayu remang, baru pecah telur momen sebenernya di us1 el1 in , Seventhn2 long td ejuinp

A lebih setelah Dia,Dunia Garing seperti yang

Tinggalkan komentar