Warren Buffett Tahan Paling Lama Saham American Express (AXP); Simak Alasannya

American Express Company (NYSE:AXP) adalah salah satu saham terbaik milik Warren Buffet.

American Express (AXP), Saham Yang Paling Lama Dipegang Warren Buffet; Lihat Kenapa

Waktu gelombang pertama kredit konsumen di tahun 1960-an, American Express Company menarik perhatian Buffet, dan dia beli 5% saham perusahaan ini. Sampai sekarang, perusahaan ini masih jadi salah satu posisi yang paling lama dipegang Berkshire Hathaway, dan nilainya naik banyak banget. Di Q4 2025, sahamnya udah jadi lebih dari $56 miliar, naik besar dari Q4 2010 yang cuma $6.51 miliar.

Sementara itu, American Express Company juga dipercaya sama hedge funds. Ada 83 dari 1.041 hedge funds yang masih optimis sama saham ini. Total kepemilikan hedge funds di perusahaan ini mencapai $61.45 miliar di Q4 2025.

Di periode yang sama, para miliarder juga masih kuat percaya. Ada 22 dari 107 miliarder yang masih optimis sama American Express Company (NYSE:AXP), dan ini artinya kepemilikan mereka total $60.47 miliar.

Alasannya kenapa banyak yang optimis sama American Express adalah karena pengeluaran pelanggan kaya yang tetap kuat, permintaan untuk kartu premium yang tinggi, dan model bisnis yang terus bikin keuntungan dari keterlibatan pelanggan. Waluapun saham ini turun 10% dari awal tahun, udah naik lebih dari 12% bulan lalu, per tanggal 20 April 2026.

Sementara itu, dalam surat investor Q4 2025 dari GAMCO Investors, mereka bilang AXP sama dengan kepemilikan finansial lain yang diuntungin sama kurva yield yang lebih curam, pemulihan aktivitas deal, pasar saham yang kuat, dan belanja pelanggan kaya.

Juga, Bretton Fund, dana bersama, bilang langsung di surat Q4 mereka, bahwa pemegang kartu masih terus belanja dan bayar tepat waktu. Platinum Card juga masih diminati meski saingan makin banyak. Mereka juga bilang EPS naik 15% dan saham kasih return 26% di kuartal itu.

MEMBACA  Warren Buffett optimis ... pada wanita

Jim Cramer komen di awal April:

“Saya pikir American Express adalah salah satu yang paling jelek performanya. Saya pikir American Express turun 17% itu kayaknya menarik buat saya. Saya mau coba, meski saya benci ngomong gini, tebakan aja, untuk beberapa nama travel, taruhan bahwa mereka terlalu terkait sama bensin. Dengan bensin yang sekarang udah nembus $4, tapi bisa mulai turun kalau Presiden bilang malam ini, bahwa perang bakal selesai dalam waktu dekat.”

Komentar dari manajemen perusahaan di Q4 2025 awal tahun 2026 ini nambahin gambaran itu.

Perusahaan ngasih laporan revenue setahun 2025 yang rekor, $72 miliar dan EPS $15.38. Pertumbuhan biaya kartu (card-fee) capai angka dobel digit di 30 kuartal berturut-turut, dan kualitas kredit bagus. Milenial dan Gen Z jadi pasar terbesar untuk belanja di AS, dan permintaan untuk produk premium tetep kuat. Perusahaan juga perkirakan revenue 2026 naik 9% sampe 10%, EPS sekitar $17.30 sampe $17.90, dan berencana naikin dividen 16%.

American Express Company (NYSE:AXP) bisnisnya itu sebagai merek gaya hidup premium dan pembayaran global yang didukung teknologi. Layanan mereka mulai dari kartu kredit, narik pembayaran dari merchant, sampai jaringan bisnis yang layanin macem konsumen, bisnis kecil, menengah, sampe besar di dunia.

Waluapun kitia sadar potensi AXP sebagai investasi, kami percaya beberapa saham AI tertentu punya keuntungan (upside) lebih besar dan risikonya (downside) lebih kecil. Kalau awak cari saham AI yang sangat murah dan diuntungin kebijakan tarif Trump serta trend onshoring, lihat report gratisan kami tentang saham AI jangka pendek terbaik.

BACA SETERUSNYA: 33 Saham Yang Bikin Double Dalam 3 Tahun dan 15 Saham Yang Bikin Awak Kaya Dalam 10 Tahun.

MEMBACA  Dave Ramsey Membantunya Jadi Miliuner Sebelum Usia 28. Kini Dia Minta Saran Lagi Soal Tetangga yang Menyeramkan. 'Pergi Saja Sewa Rumah Seharga Rp800.000-an'

Pengungkapan: Tidak ada. Ikuti Insider Monkey di Google News.

Tinggalkan komentar