Otoritas menyatakan seorang warga Kolombia yang diduga terlibat dalam peran logistik pembunuhan Senator Miguel Uribe telah ditangkap di Buenos Aires.
Diterbitkan Pada 22 Apr 202622 Apr 2026
Seorang tersangka dalam pembunuhan calon presiden dan senator Kolombia, Miguel Uribe, telah ditahan di Buenos Aires, menurut pernyataan Kejaksaan Agung Argentina.
Sebuah pernyataan pada Selasa mengidentifikasi tersangka tersebut sebagai warga negara Kolombia bernama Brayan Ferney Cruz Castillo.
Rekomendasi Cerita
list of 3 items
end of list
Setelah penangkapannya, Cruz Castillo akan tetap berada dalam tahanan sambil menunggu proses ekstradisi. Kejaksaan Agung mendeskripsikannya sebagai bagian dari konspirasi kriminal untuk membunuh Uribe.
“Berdasarkan penyelidikan yang dilakukan di Kolombia, serangan ini dilaksanakan oleh struktur kriminal terorganisir yang melibatkan berbagai pihak,” bunyi pernyataan itu.
“Bukti yang muncul mengindikasikan bahwa Cruz Castillo mungkin terlibat dalam aspek-aspek logistik dari serangan tersebut.”
Kejaksaan Agung menyatakan Castillo memasuki Argentina secara ilegal dan sebelumnya pernah ditangkap terkait kasus perampokan. Penangkapan terakhir ini diklaim berkat kerjasama dengan otoritas peradilan Kolombia, yang telah mengeluarkan peringatan internasional untuk penangkapannya.
Uribe, seorang senator konservatif di Kolombia, ditembak di kepala selama sebuah acara kampanye di ibu kota Bogota pada Juni. Setelah menjalani beberapa kali operasi, ia meninggal dunia dua bulan kemudian, pada Agustus. Ia berusia 38 tahun.
Penembakan itu disambut dengan keterkejutan dan kecaman luas. Kematian Uribe terasa sangat simbolis.
Ibunya, jurnalis ternama Diana Turbay, tewas dalam sebuah penculikan yang dikaitkan dengan kartel pada 1991, dan kisahnya diabadikan dalam buku nonfiksi, *News of a Kidnapping*, karya pemenang Nobel Gabriel Garcia Marquez.
Jaksa Kolombia menuduh jaringan kriminal lokal yang mengorganisir pembunuhan Uribe, dan beberapa anggotanya telah ditangkap serta dijatuhi hukuman.
Satu tersangka, seorang remaja 15 tahun yang dituduh sebagai penembak, didakwa atas percobaan pembunuhan dan kepemilikan senjata ilegal. Ia dihukum tujuh tahun di lembaga pemasyarakatan anak pada Agustus.
Jaksa Kolombia percaya bahwa kelompok lokal itu bertindak atas nama faksi paramiliter yang dikenal sebagai Second Marquetalia, yang dipimpin oleh mantan komandan FARC yang beroperasi dengan alias Ivan Marquez.
Otoritas Kolombia telah memerintahkan penangkapan tujuh tokoh dalam Second Marquetalia pada Maret lalu terkait pembunuhan ini.