PENJELASAN
Presiden Trump menyatakan AS akan memperpanjang gencatan senjata hingga Iran menyampaikan proposal dan perundingan berakhir, namun blokade angkatan laut terhadap pelabuhannya terus berlanjut.
Diterbitkan Pada 22 Apr 2026
Presiden Donald Trump menyatakan Amerika Serikat memperpanjang gencatan senjata hingga Teheran menyerahkan proposal terbarunya yang berisi syarat-syarat mengakhiri perang, dan hingga negosiasi selesai. Langkah ini bertujuan menjaga jalur diplomatik tetap terbuka sembari mempertahankan tekanan terhadap Iran.
Namun, Trump menegaskan blokade angkatan laut AS terhadap Iran akan tetap berlaku. Iran bersikeras bahwa blokade tersebut merupakan pelanggaran terhadap gencatan senjata dan menyatakan tidak akan bernegosiasi di bawah “bayang-bayang ancaman” atau selama blokade masih diberlakukan. Hal ini menggarisbawahi jalur menuju perundingan yang rapuh dan penuh ketidakpastian.
Sementara itu, kekerasan terus berlanjut di berbagai kawasan. Pemukim Israel menewaskan dua orang, termasuk seorang anak, di Tepi Barat yang diduduki. Serangan Israel di Lebanon selatan juga melukai warga sipil dan merusak rumah-rumah, meskipun gencatan senjata selama 10 hari telah diumumkan.
Di Iran
Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) menyatakan produksi minyak di seluruh Timur Tengah dapat menjadi sasaran jika serangan dilancarkan dari wilayah negara-negara tetangga Teluk.
AS terus melanjutkan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan Iran meskipun gencatan senjata berlaku, suatu tindakan yang menurut Iran merusak kesepakatan gencatan.
Seborang penasihat ketua parlemen Iran menyatakan perpanjangan gencatan senjata bisa jadi merupakan “akal-akalan untuk mengulur waktu” guna mempersiapkan eskalasi militer potensial.
Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menggambarkan blokade angkatan laut AS sebagai “tindakan perang” dan pelanggaran terhadap gencatan senjata.
Diplomasi Perang
Teheran terbuka terhadap diplomasi: Melaporkan dari Teheran, Almigdad Alruhaid dari Al Jazeera menyatakan belum ada respons resmi terhadap perpanjangan gencatan senjata Trump, namun pejabat-pejabat memberi sinyal keterbukaan untuk berunding. Blokade AS di Selat Hormuz dinilai sebagai pelanggaran gencatan, dengan para komandan menyatakan pasukan mereka sepenuhnya siap menanggapi setiap eskalasi.
Sanksi AS diperluas: AS memberlakukan sanksi baru terkait program senjata Iran, sementara Uni Eropa bergerak untuk memperluas langkah-langkah sanksinya sendiri.
Perundingan direncanakan di Washington, DC: AS bersiap menjadi tuan rumah negosiasi tingkat duta besar antara Israel dan Lebanon, karena Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam mendorong penarikan penuh pasukan Israel dari wilayah negaranya sebagai tujuan utama Beirut.
Di Teluk
Trump menyatakan potensi kesepakatan pertukaran mata uang dengan Uni Emirat Arab “sedang dipertimbangkan”. Ia menambahkan bahwa Washington akan mendukung sekutu Teluk tersebut jika diperlukan. Pernyataan ini muncul setelah laporan bahwa ide tersebut diajukan kepada pejabat AS seiring kekhawatiran perang dapat membebani perekonomian UEA.
Di AS
Presiden AS itu mengatakan ia memperpanjang gencatan senjata dengan Iran untuk memberikan lebih banyak waktu bagi negosiasi, namun akan mempertahankan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan Iran.
Melaporkan dari Gedung Putih, Alan Fisher dari Al Jazeera menyatakan Trump berganti-ganti antara retorika rekonsiliatif dan keras, menghubungkan blokade Selat Hormuz dengan upaya memaksa Iran bernegosiasi, sembari memperingatkan tindakan militer jika perundingan gagal.
Pesan-pesan yang beragam ini telah menggoyahkan pasar, namun beberapa analis berargumen bahwa strategi tersebut menunjukkan tekanan yang terukur dan kesediaan untuk menunggu respons Iran.
Di Israel
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan negaranya telah diperkuat oleh kampanye-kampanyenya melawan Iran dan sekutunya. Ia mengklaim upaya bersama dengan AS telah melemahkan kapabilitas Teheran dan meningkatkan posisi regional Israel, sehingga membuka pintu bagi aliansi-aliansi baru.
Di Lebanon
Perdana Menteri Salam mengatakan pada Selasa bahwa Lebanon membutuhkan dana $587 juta untuk menangani dampak kemanusiaan berkelanjutan dari konflik ini, di tengah gencatan senjata rapuh antara Israel dan Hezbollah.
Ketegangan tetap tinggi karena Israel dan Hezbollah saling tuduh melanggar gencatan senjata. Israel menyatakan roket ditembakkan ke pasukannya di Lebanon selatan dan mereka membalas dengan serangan, sementara Hezbollah menyatakan serangannya merupakan balasan atas tembakan artileri Israel dan serangan berkelanjutan terhadap wilayah Lebanon.
Minyak dan Perekonomian Global
Pengiriman barang melalui Selat Hormuz tetap sangat terbatas, meningkatkan kekhawatiran atas aliran minyak global.