Indonesia Tegaskan Keamanan Pasukan Perdamaian PBB sebagai Prioritas Mutlak

Jakarta (ANTARA) – Indonesia menegaskan bahwa keamanan dan keselamatan pasukan perdamaian PBB adalah hal yang tidak bisa ditawar, kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Vahd Nabyl A. Mulachela pada Selasa. Pernyataan ini menanggapi insiden terbaru yang melibatkan personel UNIFIL di Lebanon.

“Indonesia berkomitmen menjalankan mandatnya dalam misi UNIFIL sesuai Resolusi 1701 (2006), dengan terus melakukan penilaian rutin terhadap situasi di lapangan,” ujar Nabyl.

Dia menyebutkan Indonesia terus berkoordinasi dengan PBB dan negara-negara penyumbang pasukan untuk memperkuat perlindungan personel.

Pemerintah juga memantau dengan ketat situasi keamanan di Lebanon, termasuk implikasinya terhadap partisipasi Indonesia dalam misi UNIFIL.

Selain itu, Indonesia telah meminta PBB untuk melakukan evaluasi komprehensif terkait aspek keselamatan pasukan perdamaian, baik di UNIFIL maupun misi PBB lainnya.

“Bersama negara-negara penyumbang pasukan lainnya, Indonesia mendorong Dewan Keamanan PBB untuk mengambil langkah konkret guna memperkuat perlindungan bagi pasukan perdamaian,” tegasnya.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri menyatakan bahwa perubahan terkait partisipasi personel TNI di UNIFIL harus dipertimbangkan dengan matang.

Juru Bicara Kemenlu Yvonne Mewengkang mengatakan partisipasi Indonesia dalam UNIFIL merupakan bagian dari komitmen internasionalnya untuk perdamaian dunia.

“Berbagai keputusan terkait isu ini, termasuk usulan penarikan, harus dipertimbangkan hati-hati dengan memerhatikan keselamatan personel, relevansi mandat UNIFIL, serta kontribusi Indonesia bagi stabilitas regional,” catatnya.

Indonesia telah kehilangan tiga personel TNI dan delapan lainnya luka-luka dalam tiga serangan terpisah saat bertugas di Lebanon.

Baru-baru ini, Prancis juga kehilangan satu prajurit dan tiga lainnya terluka dalam serangan terhadap UNIFIL pada 18 April.

Berita terkait: Indonesia minta evaluasi keamanan PBB usai kematian pasukan perdamaian

Berita terkait: Indonesia desak penyelidikan usai pasukan perdamaian PBB tewas di Lebanon

MEMBACA  BSMI Kirim Tiga Tim Medis Darurat ke Aceh, Sumut, dan Sumbar

Berita terkait: TNI akan kelola evaluasi pasca pembunuhan pasukan perdamaian di Kongo

Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia, Yashinta Difa
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar