Selasa, 21 April 2026 – 09:01 WIB
Jakarta, VIVA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 33 poin atau 0,45 persen ke level 7.560 pada awal perdagangan hari ini.
Kepala Riset Retail BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memperkirakan IHSG akan kembali dibayangi oleh koreksi.
“IHSG berpotensi mengalami koreksi lagi hari ini,” ujar Fanny dalam riset hariannya.
Dia menyebutkan, bursa saham kawasan Asia-Pasifik menguat pada perdagangan Senin kemarin. Investor terus memantau dengan hati-hati perkembangan di Timur Tengah menyusul meningkatnya kembali ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.
Presiden AS, Donald Trump, mengatakan pada Minggu (19/4) bahwa kapal perusak milik Angkatan Laut AS telah menembak dan melumpuhkan sebuah kapal kargo berbendera Iran di Teluk Oman. Marinir AS kemudian naik dan menyita kapal tersebut. Tindakan penyitaan ini memperketat blokade, setelah Iran menembaki kapal-kapal komersial yang berusaha melintasi Selat Hormuz di pagi hari Minggu.
Di Asia, indeks Kospi Korea Selatan naik 0,44 persen dan Kosdaq menguat 0,41 persen. Di Jepang, Nikkei 225 naik 0,60 persen dan Topix bertambah 0,43 persen. Sementara itu, indeks S&P 200 Australia naik moderat 0,07 persen, Hang Seng Hong Kong menguat 0,77 persen, dan Taiex Taiwan bertambah 0,42 persen.
“Level support IHSG ada di 7.500-7.560, sedangkan resistensi di rentang 7.620-7.670,” jelasnya.
Sebagai informasi, Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Senin seiring eskalasi ketegangan AS-Iran. Indeks S&P 500 turun 0,24 persen, Nasdaq Composite melemah 0,26 persen, dan Dow Jones Industrial Average turun tipis 0,01 persen. Sementara Russell 2000 justru menguat 0,58 persen.
Pelaku pasar dinilai masih kesulit memprediksi skenario terburuk dari konflik AS-Iran ini. Hal ini terutama setelah pasar saham sebelumnya berhasil pulih dari area koreksi dan bahkan mencapat level tertinggi sepanjang masa.
Ketegangan memanas setelah Donald Trump menyatakan pihaknya menembak dan menyita kapal kargo Iran. Langkah ini diambil setelah Iran menolak untuk mengikuti putaran baru pembicaraan damai yang dijadwalkan AS di Pakistan.
Trump juga mengancam akan menghancurkan infrastruktur penting Iran jika negara tersebut tidak menyetujui kesepakatan dengan AS. Masa gencatan senjata antara kedua negara dijadwalkan berakhir pada akhir pekan ini.