Menjabat Direktur Operasi SIG, Reni Wulandari Buktikan Gender Bukan Penghalang Prestasi

Senin, 20 April 2026 – 18:36 WIB

Jakarta, VIVA – Reni Wulandari adalah seorang profesional dengan pengalaman lebih dari 25 tahun di industri semen. Yang menarik, sebagai seorang perempuan, sebagian besar kariernya dihabiskan di area operasi yang biasanya didominasi oleh pria.

Berkat dedikasinya dan kompetensinya, Reni dipercaya menjabat sebagai Direktur Operasi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mulai April 2023. Dia juga menjadi wanita pertama yang menduduki posisi tersebut di SIG.

“Sejak hari pertama jadi Direktur Operasi SIG, saya terapkan pendekatan Visible-Felt Leadership. Kehadiran pemimpin dan interaksi langsung di lapangan itu sangat penting, apalagi di area operasi yang banyak karyawan prianya. Sebagai bagian dari minoritas gender, saya tidak mengalami kendala terkait bias gender dalam menjalankan perubahan untuk dukung kinerja operasi SIG. Ini membuktikan bahwa kesetaraan gender di SIG bukan cuma slogan, tapi sudah diterapkan di semua lini,” kata Reni dalam keterangannya, Senin (20/4/2026).

Sebagai penerima penghargaan The Most Extraordinary Women Business Leaders 2024 dari Majalah SWA, Reni menekankan bahwa peluang berkarir di sektor industri berat seperti semen membutuhkan kompetensi dan konsistensi yang tinggi. “Bukan dengan argumen atau debat untuk dapat perlakuan setara, tapi dengan tunjukkan bahwa kesetaraan gender bisa tingkatkan profitabilitas, inovasi, dan produktivitas melalui keberagaman perspektif,” tambahnya.

Lebih lanjut, Reni menilai bahwa SIG dan BUMN lainnya sudah memberikan kesempatan yang sama bagi perempuan dan laki-laki untuk berkembang. Ini adalah respons terhadap kebutuhan bisnis, di mana kesetaraan gender menjadi salah satu faktor pendorong peningkatan kinerja organisasi.

“Dalam lingkungan kerja yang berbasis merit, fokus pada kompetensi, kualifikasi, kinerja, dan profesionalisme akan jadi keunggulan bagi organisasi,” jelasnya.

MEMBACA  Provinsi Yaman Luncurkan Operasi Rebut Pangkalan dari Separatis STC

Direktur Human Capital SIG, Hadi Setiadi, menambahkan bahwa perusahaan memiliki kebijakan Fair Employment Opportunity Policy yang menjamin kesempatan yang adil dan setara untuk semua karyawan. Kebijakan ini juga bentuk penghormatan terhadap HAM serta dukungan untuk pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) di Indonesia.

“Kami pastikan tidak ada diskriminasi dalam proses rekrutmen maupun seleksi untuk posisi manajemen dan senior. Semua proses dilakukan secara transparan berdasarkan kompetensi dan kinerja, bukan faktor gender,” ujar Hadi.

Halaman Selanjutnya

SIG juga menyediakan berbagai fasilitas untuk dukung kebutuhan karyawan perempuan, seperti cuti melahirkan, ruang laktasi, dan dispensasi haid. Selain itu, SIG membentuk komunitas karyawan perempuan ‘Srikandi SIG’ sebagai wadah pemberdayaan dan pengembangan talenta melalui berbagai program pembelajaran.

Tinggalkan komentar