UAE dalam Pembicaraan dengan AS untuk Kemungkinan Bantuan Keuangan, Menurut WSJ

Uni Emirat Arab sudah mulai bicara dengan AS tentang jaminan keuangan. Ini buat jaga-jaga kalau perang sama Iran bikin negara mereka masuk krisis lebih dalam, kata Wall Street Journal yang ngutip pejabat AS.

Gubernur Bank Sentral UAE, Khaled Mohamed Balama, ngajuin ide tentang garis tukar mata uang sama pejabat Federal Reserve dan Departemen Keuangan AS. Pembicaraan ini terjadi di Washington minggu lalu, menurut laporan itu.

Pemimpin Uni Emirat bilang mereka udah hindari efek ekonomi terburuk dari konflik ini. Tapi mereka mungkin masih butuh bantuan keuangan darurat, kata para pejabat itu ke Journal.

Diskusi ini nunjukin kekhawatiran UAE yang makin besar kalau perang bisa ngerusak ekonomi dan posisi mereka sebagai pusat keuangan internasional. Ini bisa bikin cadangan devisa habis dan modal kabur keluar, tulis WSJ. Pejabat Emirat belum minta resmi garis tukar uang itu, kata Journal.

Perang ini udah ngerusak infrastruktur energi UAE dan ngeblokir pengiriman minyak lewat Selat Hormuz. Akibatnya, pemasukan dolar yang penting jadi terputus.

Dalam wawancara Minggu di ABC’s This Week, Reem Al Hashimy, Menteri Negara untuk Kerja Sama Internasional UAE, bilang negara mereka udah kena lebih dari 2.800 misil dan drone sejak perang AS-Israel dengan Iran mulai tanggal 28 Februari.

Fortune 500 Innovation Forum akan mengumpulkan eksekutif Fortune 500, pejabat kebijakan AS, pendiri top, dan pemikir terkemuka. Forum ini untuk bantu tentukan masa depan ekonomi Amerika, pada 16-17 November di Detroit. Daftar disini.

MEMBACA  Kaisar Jepang Naruhito Berduka atas Gempa Noto yang Mematikan dalam Pidato Ulang Tahun yang Sakral

Tinggalkan komentar