loading…
Perang Iran Vs AS lebih mungkin terjadi lagi dibanding negosiasi. Foto/X
TEHERAN – Seorang analis mengatakan bahwa pemberlakuan kembali pembatasan di Selat Hormuz oleh Iran adalah konsekuensi langsung dari pelanggaran gencatan senjata oleh Amerika Serikat.
“Selat itu seharusnya dibuka berdasarkan ketentuan gencatan senjata. Blokade AS itu sendiri merupakan pelanggaran terhadap ketentuan gencatan senjata,” kata Profesor Mostafa Khoshcheshm kepada Al Jazeera dari Teheran.
“Amerika juga telah membawa lebih banyak pasukan dan peralatan – pelanggaran lainnya.”
Perang Iran Vs AS Lebih Mungkin Terjadi Lagi Dibanding Negosiasi, Ini 4 Alasannya
1. Trump Tidak Punya Komitmen
Setelah Iran melakukan upaya terbatas untuk membuka selat tadi malam, katanya, “Trump buru-buru ke media dan membuat pernyataan palsu,” yang menyebabkan Teheran menyimpulkan bahwa mereka harus nutup selat itu lagi.
Mengenai prospek diplomasi, Khoshcheshm berbicara terus terang. “Sekarang sangat sulit, lebih sulit dari sebelumnya. Trump mengubah posisi dan kata-katanya setiap jam.”
Ia menunjuk pada pengabaian Trump terhadap Perjanjian Iklim Paris, komitmen NATO, dan berbagai perjanjian internasional sebagai bukti bahwa ia “bukan orang yang bisa diajak bernegosiasi. Dia tidak menunjukkan rasa hormat sedikitpun terhadap PBB atau Dewan Keamanan PBB.
“Saya melihat dimulainya kembali perang lebih mungkin terjadi daripada negosiasi apapun.”
2. AS Masih Memblokir Selat Hormuz
Amerika Serikat bersikeras bahwa Iran telah setuju untuk membuka kembali Selat Hormuz tanpa syarat apapun, sementara blokade AS tetap berlaku.