Indonesia Bentuk Satuan Tugas Baru untuk Pacu Pertumbuhan Ekonomi

Jakarta (ANTARA) – Presiden Indonesia Prabowo Subianto mengumumkan pembentukan satuan tugas khusus untuk pertumbuhan ekonomi melalui kemajuan kebijakan pemerintah. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ditunjuk sebagai kepalanya.

Satgas ini dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 2026. Nama resminya adalah “Satuan Tugas Percepatan Program Pemerintah untuk Mendukung Kemajuan Pertumbuhan Ekonomi,” seperti terlihat dalam repositori Sekretariat Negara, Jumat.

Badan baru ini, yang bertanggung jawab langsung kepada presiden, bertugas mengkoordinasi percepatan kebijakan pemerintah. Ini termasuk paket ekonomi dan stimulus, kebijakan pemerintah, serta program utama tingkat kementerian atau lembaga untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

Satgas juga bertugas menetapkan langkah strategis terpadu dan kolaboratif untuk meningkatkan ekonomi lewat program pemerintah, memantau dan mengevaluasi pelaksanaan anggaran, serta menyelesaikan masalah implementasi dengan cepat.

Menteri Koordinator Hartarto akan dibantu oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sebagai wakil kepala satuan tugas.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Investasi Rosan Roeslani, dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Rachmat Pambudy ditunjuk sebagai wakil-wakil kepala untuk satgas baru ini.

Presiden menetapkan keanggotaan satgas akan terdiri dari 27 menteri dan kepala lembaga. Termasuk menteri dalam negeri, energi dan sumber daya mineral, pertanian, dan sosial, serta kepala BUMN, kapolri, dan kepala Badan Gizi Nasional (BGN).

Satgas diwajibkan mengadakan rapat koordinasi setidaknya sekali setiap dua bulan. Kepalanya harus memberikan laporan berkala kepada presiden.

Badan baru ini juga diamanatkan untuk berkolaborasi dengan instansi terkait, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menjalankan tugasnya.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian akan menjadi sekretariat untuk satuan tugas ini, menurut keputusan presiden.

Berita terkait: Ekonomi Indonesia tetap tangguh di tengah tantangan global: Menteri

MEMBACA  Prakiraan Cuaca Jawa Timur 19 Februari 2024: Hujan Ringan hingga Lebat dari Pagi hingga Malam

Berita terkait: Papua Barat cari investasi Tiongkok untuk peningkatan Bandara Rendani

Berita terkait: Indonesia catat pertumbuhan Q1 di 5,5 persen meski ada risiko global

Penerjemah: Fathur Rochman, Nabil Ihsan
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar