Jakarta (ANTARA) – Badan Gizi Nasional (BGN) menekankan bahwa tujuan utama program Makanan Bergizi Gratis (MBG) adalah untuk mengubah pola pikir masyarakat tentang gizi, bukan hanya sekadar membagikan makanan ke penerima manfaat.
“Kita harus menanamkan keyakinan bahwa setiap anak Indonesia berhak atas makanan bergizi. Namun, karena pelaksanaannya melibatkan mitra, kita tidak bisa langsung hanya memprioritaskan kelompok tertentu,” ujar Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya saat dihubungi di Jakarta, Jumat.
Pernyataannya ini menanggapi arahan Presiden Prabowo Subianto agar program MBG fokus pada anak-anak yang kekurangan gizi.
Sonjaya menekankan, BGN telah mengingatkan semua mitra dan Unit Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bahwa sebelum menjangkau pelajar, intervensi gizi harus lebih dulu menyasar kelompok rentan, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Dia lebih lanjut mencatat bahwa perubahan persepsi masyarakat mengenai gizi sudah mulai terlihat.
Menurutnya, dari Aceh sampai Papua, dan dari desa terpencil hingga wilayah metropolitan, masyarakat mulai paham bahwa anak-anak harus diberikan makanan bergizi seimbang.
“Harus mengandung karbohidrat, protein, serat, dan vitamin. Yang dulunya hanya menjadi perhatian segelintir orang, kini sudah menjadi kepedulian hampir semua orang Indonesia, yang jauh lebih memperhatikan apa yang dimakan anak-anak mereka,” ucapnya.
Setelah setahun berjalan, dia mencatat publik telah aktif terlibat dalam program ini, dan menambahkan bahwa perkembangannya semakin cepat.
“Semakin banyak anak yang merasakan manfaatnya, dan yang terpenting, ini mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” tegasnya.
Menargetkan 82,9 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia, program MBG diluncurkan awal tahun 2025 untuk memperbaiki status gizi balita, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak sekolah hingga tingkat SMA.
Pemerintah berupaya memperluas program ini untuk mencakup lanjut usia dan penyandang disabilitas tahun ini.
Berita terkait: Menteri minta SPPG gunakan bahan pangan lokal untuk dukung ekonomi desa
Berita terkait: BGN tangung biaya pengobatan, hentikan dapur MBG usai keracunan makanan
Berita terkait: BGN peringatkan 2.100 dapur MBG untuk perbaiki layanan
Penerjemah: Lintang Budiyanti, Raka Adji
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026