Shelter Indonesia Perkenalkan Ekosistem Digital Operasional Terpadu

Jumat, 17 April 2026 – 21:30 WIB

Jakarta, VIVA – Shelter Indonesia memperkenalkan arah baru perusahaan melalui agenda Corporate Branding dan peluncuran Brand Positioning. Langkah strategis ini untuk menegaskan transformasi bisnis yang sedang dilakukan.

Chief Executive Officer (CEO) Shelter Indonesia, Hari Wahyudin, menyatakan pihaknya kini memperkuat posisi sebagai penyedia solusi alih daya. Fokusnya bukan hanya pada tenaga kerja, tapi juga didukung sistem dan teknologi terintegrasi.

“Transformasi ini didorong perubahan kebutuhan operasional dunia usaha. Saat ini, perusahaan tak hanya butuh layanan yang berjalan, tetapi juga visibilitas yang lebih jelas, kendali lebih kuat, serta pengambilan keputusan yang lebih akurat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (17/4/2026).

Dalam konteks ini, Shelter Indonesia melihat pola operasional yang terpisah-pisah dan manual sudah tidak cukup untuk jawab kebutuhan bisnis yang dinamis. Sebagai bagian transformasi, mereka menghadirkan Shelter+, sebuah platform digital yang dirancang sebagai ekosistem untuk dukung operasional secara menyeluruh.

Melalui platform ini, berbagai aktivitas bisa dipantau dan dikelola dalam satu alur terintegrasi. Mulai dari pemantauan keamanan lewat Shelter Guard, pengelolaan cleaning service via Shelter Cleaning, pelacakan penjualan dengan Sellgo, hingga pengelolaan tenaga kerja fleksibel melalui Casual Work.

Pendekatan ini memungkinkan proses operasional yang sebelumnya tersebar menjadi lebih terhubung, terukur, dan berbasis data. Hari menambahkan, arah baru ini berangkat dari kebutuhan untuk bangun operasional yang lebih utuh dan terkendali.

Menurutnya, tantangan operasional saat ini bukan cuma memastikan pekerjaan berjalan, tetapi juga memastikan setiap proses dapat dipantau, diukur, dan dikelola dengan lebih baik.

“Arah Shelter Indonesia ke depan adalah menjadi mitra strategis operasional yang mengintegrasikan sumber daya manusia dan teknologi. Tujuannya agar operasional klien dapat berjalan lebih terukur, transparan, dan terkendali,” jelas Hari.

MEMBACA  Timnas Futsal Indonesia Hancurkan Kamboja 5-1

Transformasi ini membawa Shelter Indonesia ke posisi baru. Perusahaan tak lagi hanya jadi penyedia tenaga kerja operasional, tapi berkembang menjadi ekosistem tenaga kerja terintegrasi. Mereka memadukan SDM dan teknologi untuk jawab kebutuhan klien secara lebih menyeluruh.

Dari sisi pengembangan pasar dan solusi, Chief Marketing Officer (CMO) Shelter Indonesia, Nino Mayvi, menegaskan bahwa kebutuhan klien kini terus berkembang.

Tinggalkan komentar