Jakarta (ANTARA) – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bakal berkolaborasi untuk menguatkan pembinaan olahraga di lingkup perguruan tinggi di Indonesia.
Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir dan Menteri Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Brian Yuliarto di Jakarta, Jumat.
"Kami hari ini membuat kesepakatan yang bisa memberikan solusi bagi atlit (di perguruan tinggi)," kata Thohir kepada pers usai penandatanganan MoU.
Ia menjelaskan, kolaborasi ini mencakup pemanfaatan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) bagi atlet. Dengan kebijakan terbaru, beasiswa ini sekarang bisa digunakan untuk kuliah di luar negeri maupun di dalam negeri.
Selain itu, kemitraan ini meliputi pemanfaatan fasilitas olahraga secara sinergis dengan kampus, pengembangan ilmu dan riset keolahragaan, serta kerjasama penyelenggaraan kompetisi seperti Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas).
Thohir menyebutkan, Kemendikbudristek memegang peran utama sebagai penyelenggara Pomnas, sementara kementeriannya memberikan dukungan dengan menjaga standar pertandingan.
Menteri berharap dengan kolaborasi ini, klub-klub olahraga di kampus dapat memaksimalkan penggunaan fasilitas yang dibangun pemerintah pusat maupun daerah.
Thohir mengucapkan terima kasih kepada Menristek Yuliarto atas kemitraan ini, yang menunjukkan bahwa pembinaan pemuda dan olahraga mendapat dukungan luas dari berbagai kementerian.
Langkah ini, menurutnya, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar para menteri bersinergi meningkatkan pelayanan publik dan mencapai hasil maksimal dari program yang dijalankan.
Sementara itu, Yuliarto menyatakan komitmennya untuk menumbuhkan budaya olahraga di perguruan tinggi guna mencetak generasi yang hidup sehat dan bisa berprestasi optimal.
Ditegaskannya, perguruan tinggi selama ini turut berperan dalam melahirkan atlet-atlet berkaliber.
Salah satu tugas dalam kerja sama ini, menurut dia, adalah merevitalisasi riset dan pengembangan bidang olahraga di kampus.
Dalam hal ini, ia menyatakan akan mendorong para dosen, peneliti, dan profesor untuk melakukan riset terkait ilmu keolahragaan dan manajemen olahraga yang bisa jadi rujukan Kemenpora.
Menteri menambahkan, perguruan tinggi juga dapat mengelola fasilitas olahraga agar tetap berfungsi dan bermanfaat, seperti yang sebelumnya dibangun untuk Pekan Olahraga Nasional (PON).
Berita terkait: Erick Thohir dorong Perbasi buat peta jalan untuk bidik Olimpiade 2028
Berita terkait: Indonesia Sports Summit 2025 untuk pacu industri olahraga: Menteri
Berita terkait: Indonesia targetkan liga sepakbola dan esports tingkat desa
Penerjemah: Aloysius Lewokeda, Raka Adji
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026