Jumat, 17 April 2026 – 05:10 WIB
Jakarta, VIVA – Saat keadaan ekonomi tidak stabil, banyak orang mulai lihat investasi sebagai cara untuk menjaga nilai harta dan cari peluang untung. Tapi, masa krisis justru jadi periode yang paling sulit, terutama untuk investor pemula yang belum punya pengalaman dan strategi yang matang.
Tanpa pemahaman yang cukup, keputusan investasi yang diambil bisa berakhir dengan kerugian besar.
Kamu perlu paham bahwa krisis bukan cuma tentang ancaman, tapi juga peluang. Banyak investor yang sudah berpengalaman malah bisa dapat keuntungan saat pasar sedang kacau.
Sayangnya, investor pemula sering terjebak dalam kesalahan yang sebetulnya bisa dihindari. Makanya, penting untuk kamu kenali apa saja kesalahan fatal yang sering terjadi supaya tidak terjebak dalam situasi merugikan.
Berikut adalah 5 kesalahan fatal investor pemula saat krisis yang harus kamu hindari, seperti dirangkum Viva pada Jumat, 17 April 2026.
- Panik dan Jual Aset di Waktu yang Salah
Satu kesalahan paling umum adalah panik saat harga aset turun banyak. Banyak investor pemula langsung jual asetnya karena takut rugi makin besar. Padahal, keputusan ini malah mengunci kerugian itu. Dalam banyak kasus, pasar punya siklus dan bisa pulih setelah krisis reda. Kamu sebaiknya tetap tenang dan nilai kondisi secara rasional sebelum ambil keputusan. - Tidak Punya Rencana Investasi yang Jelas
Investasi tanpa strategi itu seperti jalan tanpa arah. Saat krisis terjadi, investor yang tidak punya rencana akan lebih gampang terbawa emosi pasar. Kamu perlu punya tujuan investasi, jangka waktu, dan batas toleransi resiko. Dengan perencanaan yang jelas, kamu bisa ambil keputusan yang lebih terukur meski kondisi pasar sedang tidak pasti. - Abaikan Diversifikasi
Menaruh semua dana pada satu jenis aset adalah kesalahan besar, apalagi saat krisis. Kalau aset itu turun drastis, maka semua portofolio kamu akan kena dampaknya. Diversifikasi itu kunci penting untuk mengurangi resiko. Kamu bisa bagi investasi ke beberapa instrumen seperti saham, emas, atau reksa dana supaya risiko lebih tersebar. - Terlalu Percaya Informasi yang Belum Diverifikasi
Di era digital, informasi menyebar sangat cepat, termasuk rumor dan spekulasi yang belum tentu benar. Investor pemula sering ambil keputusan berdasarkan info yang tidak valid. Ini bisa sangat berbahaya, terutama saat krisis di mana sentimen pasar sangat sensitif. Pastikan kamu selalu cek sumber informasi dan tidak gampang terpengaruh opini yang tidak jelas dasar analisanya.Halaman Selanjutnya