Ketua Parlemen Iran sampaikan kepada rekanan Lebanon bahwa Tehran ‘berupaya keras’ memaksa AS dan Israel untuk menetapkan gencatan senjata permanen di semua zona konflik.
Diterbitkan Pada 16 Apr 2026
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan kepada rekanannya dari Lebanon bahwa gencatan senjata di Lebanon “sama pentingnya” dengan di Iran, menurut sebuah pernyataan di media sosial.
Dalam pembahasan untuk mengakhiri perang antara Iran dan Amerika Serikat, Ghalibaf menulis di Telegram pada Kamis bahwa Tehran “telah berjuang untuk memaksa musuh-musuh kami menetapkan gencatan senjata permanen di semua wilayah konflik, sesuai dengan perjanjian.”
“Bagi kami, gencatan senjata di Lebanon sama pentingnya dengan gencatan senjata di Iran,” ujarnya kepada Nabih Berri dari Lebanon dalam percakapan telepon, menurut postingannya.
Ghalibaf memimpin delegasi Iran dalam pertemuan pertama AS-Iran di Pakistan pekan lalu, yang berakhir tanpa kesepakatan.
Tehran secara konsisten menyatakan bahwa gencatan senjata untuk menghentikan perang terhadap Iran harus berlaku juga untuk Lebanon, sesuatu yang klaim AS dan Israel bukan bagian dari kesepakatan.
Ghalibaf mengatakan kepada Berri bahwa rakyat Iran “tidak pernah melupakan saudara-saudara kami di Lebanon dan menganggap mereka berada di antara kami,” tambah postingan Telegram tersebut.
Berri merinci serangan-serangan Israel terbaru terhadap Lebanon, lanjut postingan itu, dan memberitahu Ghalibaf bahwa sejauh ini 1,2 juta warga Lebanon telah mengungsi akibat pertempuran.
“Israel secara harfiah melakukan kejahatan di negara kami dan berupaya mengusir warga Lebanon,” kutip postingan tersebut atas perkataan Berri.
“Setiap komunikasi dan konsultasi resmi dengan rezim Zionis [Israel] jelas bukan untuk kepentingan rakyat Lebanon,” kata Berri kepada Ghalibaf, sambil menambahkan bahwa dia menghargai upaya Iran dalam membantu mengamankan gencatan senjata di Lebanon.
Lebanon terseret ke dalam perang AS-Israel terhadap Iran pada 2 Maret, setelah Hezbollah yang sejalan dengan Tehran meluncurkan roket ke Israel.
Hezbollah menyatakan serangan tersebut merupakan balasan atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei oleh Israel pada hari pertama perang, tanggal 28 Februari, serta pelanggaran hampir sehari-hari oleh Israel terhadap gencatan senjata yang disepakati di Lebanon pada November 2024.
Sejak itu, pasukan Israel telah menewaskan lebih dari 2.000 orang di Lebanon.
Pada Rabu malam, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa para pemimpin Israel dan Lebanon akan berbicara untuk pertama kalinya dalam 34 tahun pada hari Kamis. Meskipun seorang pejabat Israel mengonfirmasi laporan tersebut, pemerintah Lebanon belum memberikan komentar. Kantor berita Reuters mengutip sejumlah pejabat Lebanon yang mengatakan bahwa Aoun tidak akan berbicara dengan Netanyahu.
Dalam sebuah panggilan dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada Kamis, Aoun menyampaikan apresiasi “atas upaya yang telah dilakukan Washington untuk mencapai gencatan senjata,” menurut pernyataan dari kantor presiden Lebanon. Namun pernyataan itu tidak menyebutkan kemungkinan panggilan dengan Netanyahu.