Oposisi Hungaria berhasil mengalahkan Perdana Menteri dengan kemenangan telak.
Setelah 16 tahun berkuasa, Perdana Menteri sayap kanan jauh Hungaria, Viktor Orban, dan partai populernya, Fidesz, akhirnya tumbang.
Pimpinan kini beralih ke Peter Magyar, mantan sekutu Orban.
Magyar menyatakan partai konservatifnya, Tisza, akan beralih haluan—menjauhi Rusia dan mendekati Uni Eropa.
Namun, dukungan terhadap Orban tidak hanya datang dari pemimpin Rusia Vladimir Putin, tetapi juga dari Benjamin Netanyahu di Israel dan Donald Trump di AS.
Lantas, bagaimana reaksi Washington atas hasil ini—setelah sebelumnya terang-terangan mendukung pemerintahan Orban?
Akankah Budapest dapat memperbaiki hubungannya dengan Brussels? Dan apakah hal ini akan mengubah tingkat dukungan Eropa terhadap Ukraina? Mampukah Magyar melaksanakan reformasi yang telah dijanjikannya?
**Pemandu Acara:** Scott McLean
**Narasumber:**
Gabor Scheiring – Asisten Profesor di Georgetown University, Qatar, dan mantan Anggota Majelis Nasional Hungaria
Carl Bildt – Ko-Ketua Dewan Hubungan Luar Negeri Eropa dan mantan Perdana Menteri Swedia
Kim Lane Scheppele – Profesor di Universitas Princeton
**Terbit pada:** 13 Apr 2026
**Bagikan di media sosial:**
Tambahkan Al Jazeera di Google