Kenapa Anda Harus Lebih Khawatir dengan Herpes Zoster

Seperti halnya banyk orang, Ann Garner mengira herpes zoster adalah penyakit yang “ringan”—hingga tahun 2024, ketika ia sendiri mengalaminya. Andaikan ia tahu bahwa dalam bahasa Norwegia penyakit ini disebut *helvetesild*, yang secara harfiah berarti “api neraka”, atau bahwa nama Arabnya diterjemahkan menjadi “sabuk api“, mungkin ia akan lebih siap menghadapinya.

Herpes zoster merupakan infeksi virus umum yang menyebabkan ruam kulit nyeri dan dapat memicu neuralgia pasca-herpes (PHN), sejenis nyeri saraf jangka panjang yang dapat berlangsung bertahun-tahun. Namanya dalam bahasa Inggris berasal dari kata Latin untuk “ikat pinggang”, karena ruamnya paling sering muncul melingkar di torso, meski—seperti yang ditemukan Garner—dapat juga menyerang wajah dan mata.

Satu dari tiga orang akan mengalami herpes zoster seumur hidupnya, tetapi risikonya meningkat tajam setelah usia 50 tahun atau pada mereka dengan sistem imun yang lemah. Penyakit ini dipicu oleh reaktivasi virus varicella zoster, virus yang sama yang menyebabkan cacar air saat pertama kali menginfeksi. Virus dapat tertidur dalam sistem saraf seseorang selama bertahun-tahun sebelum bangkit kembali—seringkali, meski tidak selalu, saat imunitas mulai menurun karena penuaan, obat imunosupresan, atau stres akut.

Garner, seorang pensiunan administrator farmasi berusia 73 tahun dari Wales, Inggris, yakin stres menjadi pemicu penyakitnya. Ia sedang berada dibawah tekanan finansial berat karena tagihan pajak yang besar ketika, suatu sore di bulan Juli, ia merasakan sensasi kesemutan aneh di sepanjang salah satu sisi garis rambutnya di dahi.

Dalam hitungan jam, sensasi itu semakin hebat—menyebabkan nyeri parah—dan mulai menjalar ke wajahnya mendekati satu mata. “Rasanya seperti ratusan jarum panas tak kasat mata menusuk kulit kepala dan wajah saya,” kenangnya.

MEMBACA  Kenali Ciri-Ciri Shockbreaker Motor Rusak yang Harus Diganti

Dokter menyarankan Garner mengonsumsi asiklovir, obat antiviral yang dapat membantu meredakan gejala jika diminum dalam 72 jam setelah gejala muncul, serta krim mata asiklovir untuk melindungi matanya, karena herpes zoster dapat menyebabkan kerusakan penglihatan hingga kebutaan jika menyerang mata.

Namun meski dengan pengobatan, wajah dan kelopak mata Garner segera dipenuhi ruam merah panas dengan lepuhan-lepuhan. “Saya tidak bisa melakukan apa pun untuk menghentikan sensasi seperti disiksa oleh jarum panas ini,” katanya. “Seperti saraf saya adalah kabel listrik yang terputus dan mereka berdesis dan memercik.”

Meski herpes zoster umum terjadi, tampaknya persepsi publik baru belakangan ini mulai menyadari keseriusannya. Sebuah studi tahun 2025 oleh peneliti University of Bristol, Inggris, menunjuk pada pesan kesehatan publik yang tidak memadai dan kurangnya komunikasi mengenai pengalaman pasien: “Literatur terbatas tentang pemahaman dan pengalaman herpes zoster menunjukkan bahwa orang cenderung menganggapnya ringan hingga mereka sendiri mengalaminya,” simpul para peneliti.

Banyak orang juga gagal menyadari bahwa herpes zoster dapat berdampak signifikan dan berkepanjangan pada hidup mereka, ujar Martin Sollie, ahli bedah plastik konsultan di Oslo University Hospital, Norwegia. Sollie meneliti penanganan bedah untuk nyeri kronis, termasuk mengeksplorasi apakah cangkok lemak ke kulit dapat membantu mengurangi PHN. Pada 2022, ia memimpin tinjauan sistematis untuk mengkaji bagaimana herpes zoster memengaruhi kualitas hidup pasien.

Meta-analisisnya terhadap lima studi, yang melibatkan 2.519 pasien di AS, Eropa, dan Tiongkok, menemukan bahwa penderita herpes zoster akut memiliki skor kualitas hidup 15 persen di bawah norma untuk kesehatan fisik dan 13 persen untuk kesehatan mental. “Kami cukup terkejut bahwa dampaknya sedemikian besar terhadap kualitas hidup,” katanya. “Kami tahu bahwa nyeri kronis memengaruhi kualitas hidup, tetapi sangat tidak biasa bagi penyakit yang bersifat sementara—dan tidak mematikan—untuk memiliki efek sebesar itu.”

MEMBACA  Pengungsi di Kota Sendiri: Bertahan dari Serangan Tehran dengan Kucing sebagai Teman | Berita Perang AS-Israel ke Iran

Tinggalkan komentar