Pasar Kendaraan Ringan (LV) India melambat pada Februari 2026, menunjukan normalisasi biasa setelah pengiriman kuat di awal tahun di bulan Januari. Meski ada penurunan berurutan, permintaan dasar tetap sehat, dengan penjualan grosir naik 12% dibanding tahun lalu (YoY). Tapi, tingkat penjualan turun jadi 5,6 juta unit per tahun, turun 5% dari bulan sebelumnya (MoM).
Total grosir LV capai rekor tertinggi untuk bulan Februari yaitu 485 ribu unit. Ini artinya penurunan 7% MoM, tapi kenaikan 12% YoY. Penjualan Kendaraan Penumpang (PV) turun 7% MoM tapi naik 11% YoY jadi 414 ribu unit. Sementara volume Kendaraan Komersial Ringan (LCV) berkurang 5% MoM dan tumbuh 18% YoY jadi 70 ribu unit, menunjukkan kekuatan di semua segmen.
Hasil Februari didukung oleh penjualan ritel yang sehat, stok dealer yang tipis, dan permintaan sisa terkait kenaikan daya beli karena GST. Preferensi konsumen masih condong ke SUV dan SUV Compact, sementara permintaan dari pedesaan dan kota Tier-2/3 yang kuat memberi dukungan tambahan. Namun, ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang meningkat jadi perhatian, dengan tanda awal gangguan pada rantai pasok, rute logistik, dan biaya energi mulai pengaruhi perencanaan produksi, waktu tunggu, dan arus ekspor.
Di sisi ritel, pendaftaran PV naik jadi 395 ribu unit (+26% YoY) dan volume LCV naik jadi 56 ribu unit (+24% YoY) menurut Federasi Asosiasi Dealer Mobil (FADA). Ini menunjukkan konversi dari pertanyaan ke pengiriman yang solid dan mengindikasikan bahwa grosir sejalan dengan permintaan akhir, bukan cuma pengisian stok saluran.
Stok dealer makin ketat, dengan persediaan PV berkurang jadi 27–29 hari di akhir Februari, lebih dekat ke patokan FADA 21 hari. Ini mencerminkan disiplin saluran yang membaik, didukung permintaan SUV yang kuat, pemulihan bertahap segmen entry-level, dan ketersedian produk lebih baik. Konversi pertanyaan yang lebih tinggi juga tunjukkan penyerapan ritel lebih sehat, meski kenaikan harga selektif dari pabrikan bisa tekan permintaan jangka pendek.
Kami sedikit menurunkan pandangan untuk LV India untuk mencerminkan lingkungan eksternal lebih hati-hati dan tekanan biaya potensial. Penjualan sekarang diperkirakan tumbuh 7% YoY jadi 5,5 juta unit di tahun 2026, dengan PV naik 7% YoY dan LCV naik 5% YoY. Total penjualan LV diproyeksikan capai 6,9 juta unit pada 2032, didukung urbanisasi yang meningkat, ketersediaan model lebih luas, dan akses pembiayaan yang membaik.
Faktor musiman Maret (termasuk Holi, Gudi Padwa, dan Navratri) dan manfaat penyusutan akhir tahun harusnya dukung permintaan dan produksi. Tapi, konflik di Timur Tengah menjaga risiko tetap tinggi, berpotensi pertahankan harga minyak/LNG yang tinggi dan ganggu rute perdagangan. Bagi India, ini bisa naikkan biaya energi, logistik, dan manufaktur yang digerakkan impor, sementara ketidakstabilan di jalur pengiriman laut bisa tekan ekspor dan tambah ketidakpastian rantai pasok. Karena itu, kami akan terus pantau perkembangan dan perbarui pandangan kami sesuai.