Pembicaraan AS-Iran Buntu, Trump Perintahkan Blokade Kapal di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 – 00:10 WIB

Perundingan antara Iran dan Amerika Serikat yang berlangsung di Islamabad pada hari Sabtu menarik perhatian global. Pembicaraan marathon selama 21 jam tersebut akhirnya berakhir tanpa ada kesepakatan yang dicapai.

Hal ini diumumkan langsung oleh Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, pada Minggu pagi waktu setempat. Dia menyatakan akan kembali ke AS tanpa membawa hasil perjanjian apapun.

“Kami telah berunding selama 21 jam dan melakukan sejumlah diskusi substantif dengan pihak Iran. Itu berita baiknya. Namun, berita buruknya adalah kami belum mencapai kesepakatan, dan saya rasa ini lebih merugikan Iran daripada Amerika Serikat. Jadi, kami pulang ke Amerika tanpa kesepakatan,” ujarnya seperti dikutip dari siaran langsung Al Jazeera, Minggu 12 April 2026.

Menanggapi hasil perundingan itu, Presiden AS Donald Trump juga memberikan respon. Dalam dua postingannya di media sosial Truth, dia menyatakan bahwa militer AS sepenuhnya siap untuk menuntaskan kekuatan Iran pada waktu yang tepat.

“Pada suatu titik, kita akan mencapai kondisi di mana semua pihak bebas masuk dan keluar, tapi Iran belum mengizinkan hal itu terjadi,” tulisnya, dikutip dari laman Anadolu Agency, Senin 13 April 2026.

Dia juga mengatakan bahwa pasukan AS akan memulai proses memblokade setiap kapal yang berusaha masuk atau keluar dari Selat Hormuz.

“Saya juga telah memerintahkan Angkatan Laut kami untuk mencari dan mencegat setiap kapal di perairan internasional yang telah membayar pungli kepada Iran. Tidak ada pihak yang membayar pungutan ilegal yang akan mendapat jalur aman di laut lepas,” tulis Trump lebih lanjut.

Dalam postingan keduanya, presiden juga menyinggung soal program nuklir Iran. Dia menyebutkan bahwa Iran tidak bersedia meninggalkan ambisi nuklirnya. Hal ini menjadi salah satu poin yang menyebabkan kegagalan mencapai kesepakatan dalam perundingan.

MEMBACA  Wakil Presiden menyatakan kekhawatiran mendalam atas blokade AS terhadap keanggotaan Palestina di PBB

“Dalam banyak hal, poin-poin yang telah disepakati sebenarnya lebih baik daripada kita melanjutkan operasi militer sampai selesai. Namun, semua itu tidak berarti apa-apa dibandingkan dengan risiko jika senjata nuklir berada di tangan pihak yang begitu tidak stabil, sulit, dan tak terduga,” tulis Trump.

Halaman Selanjutnya
Trump juga memastikan bahwa Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir.

Tinggalkan komentar