Jakarta (ANTARA) – Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) mendukung politeknik kesehatan di Aceh untuk mempersiapkan lulusan bekerja ke luar negeri. Tujuannya meningkatkan daya saing global tenaga kesehatan Indonesia.
Dukungan ini disampaikan Wakil Menteri Christina Aryani usai mengunjungi Politeknik Kesehatan Aceh pada Kamis, menurut pernyataan resmi yang dirilis Jumat.
“Ini langkah strategis, karena mahasiswa tidak hanya dibekali kompetensi teknis tapi juga kemampuan bahasa asing seperti Inggris dan Jepang,” kata Aryani.
Dia memuji kelas internasional perawat dan bidan di institusi tersebut, yang menurutnya membantu meningkatkan kualitas lulusan secara keseluruhan.
Aryani menyebut kemahiran bahasa merupakan faktor kunci untuk menaikkan daya saing tenaga kesehatan Indonesia agar bisa bekerja di luar negeri secara profesional dan sesuai regulasi.
Selain memperkuat kemampuan bahasa, pemerintah mendorong pengembangan ekosistem penempatan yang terstruktur melalui pembentukan Migrant Center di dalam politeknik.
“Hal ini sejalan dengan kolaborasi antara Kementerian P2MI dan Kementerian Kesehatan, dimana Politeknik Kesehatan Aceh akan menjadi salah satu titik fokus pengembangan Migrant Center,” ujarnya.
Dia menambahkan, pusat tersebut sangat penting untuk meningkatkan akses informasi tentang peluang kerja luar negeri, persyaratan, dan standar kompetensi.
Wamen itu mengatakan inisiatif ini akan memperkuat peran institusi pendidikan sebagai bagian dari sistem yang lebih luas dalam mempersiapkan pekerja migran Indonesia, khususnya di sektor kesehatan.
Politeknik tersebut telah menghasilkan lulusan yang bekerja di berbagai negara, termasuk Uni Emirat Arab, Jepang, Qatar, Jerman, dan Taiwan.
Aryani menyatakan pemerintah akan terus memperkuat kemitraan dengan lembaga pendidikan agar lulusan memenuhi permintaan pasar kerja global.
Dia menambahkan, permintaan akan tenaga kesehatan terampil di tingkat internasional masih kuat, sehingga membuka peluang bagi profesional Indonesia.
Berita terkait: Indonesia targetkan kirim 300 perawat ke Jepang tahun ini
Berita terkait: Indonesia dan Brunei finalisasi rencana penempatan perawat terampil
Penerjemah: Katriana
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026