Indonesia Pacu Diversifikasi Ekspor Melalui FTA I-EAEU

Jakarta (ANTARA) – Indonesia berupaya diversifikasi pasar ekspor dengan mempercepat penerapan Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Uni Ekonomi Eurasia (I-EAEU FTA) di tengah meningkatnya proteksionisme global.

Upaya ini dibahas dalam pertemuan Kelompok Kerja Indonesia-Rusia ke-7 tentang Perdagangan, Investasi, dan Industri (WGTII) di Jakarta pada Kamis.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian untuk Kerja Sama dan Koordinasi Investasi, Edi Prio Pambudi, menyatakan ada potensi besar yang belum tergali dalam kerja sama Indonesia-Rusia.

Dia mengatakan peringatan 76 tahun hubungan diplomatik pada 2026 dapat dimanfaatkan untuk memperdalam kolaborasi, termasuk dengan mempercepat implementasi I-EAEU FTA.

Kedua negara juga berupaya memperluas kerja sama di sektor prioritas, mencakup perdagangan, industri, investasi, dan ketahanan pangan.

Sementara itu, Wakil Menteri Pembangunan Ekonomi Rusia, Vladimir Illichev, menekankan pentingnya melaksanakan hasil-hasil dari pertemuan sebelumnya, termasuk FTA tersebut.

Dia juga menyoroti kemajuan di sektor strategis seperti industri halal dan konektivitas logistik Surabaya-Vladivostok, yang telah beroperasi sejak 2023.

Duta Besar Indonesia untuk Rusia dan Belarus, Jose Tavares, menyatakan liberalisasi lebih dari 90 persen tarif dalam perjanjian itu sangat krusial di tengah proteksionisme global.

Dia mencatat bahwa perdagangan bilateral mencapai hampir US$5 miliar pada 2025, dengan potensi pertumbuhan lebih lanjut melalui diversifikasi dan kerja sama industri yang lebih kuat.

"Kita perlu mendorong keterlibatan yang lebih erat antara komunitas bisnis kita untuk memperkuat hubungan perdagangan dan investasi," ujarnya.

Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergey Tolchenov, mengatakan kerja sama ekonomi tetap menjadi pilar utama hubungan bilateral.

Dia menyoroti potensi kolaborasi di sektor-sektor seperti pertanian, TI, infrastruktur, dan pertambangan.

Berita terkait: Indonesia, Russia strengthen economic cooperation through WGTII
Berita terkait: Russia open to oil sales to Pertamina amid Strait of Hormuz tensions

MEMBACA  Hari Santri 2025: LAZISNU Salurkan Beasiswa untuk Pesantren di Bekasi, NTT, hingga Papua

Penerjemah: Bayu Saputra, Raka Adji
Editor: Anton Santoso
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar