Jakarta (ANTARA) – Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyuarakan dukungan agar Kendari, Sulawesi Tenggara, berkembang menjadi pusat regional baru untuk ekonomi kreatif.
Kota tersebut saat ini mempersiapkan diri menjadi tuan rumah acara internasional besar, termasuk Pertemuan Badan Eksekutif United Cities and Local Governments Asia-Pasifik (UCLG ASPAC) dan Forum Asia-Pasifik 2026.
Dijadwalkan pada 7 hingga 9 Mei, kegiatan ini akan menyediakan wadah strategis untuk mendongkrak ekonomi kreatif Indonesia sekaligus berbagi praktik terbaik di kawasan.
“Kami mendukung agenda ini karena akan membantu mempromosikan nama Indonesia di kancah internasional dan menjadi momen penting bagi Kendari,” kata Harsya dalam pernyataannya pada Jumat.
Menteri mencatat bahwa acara ini akan mempercepat pertumbuhan ekonomi di bagian timur Indonesia.
Dia menekankan bahwa kementerian berkomitmen untuk memperluas jangkauan produk lokal dan menumbuhkan ekosistem yang lebih kondusif bagi ekonomi kreatif.
Harsya memuji Kendari yang telah menerapkan peraturan daerah pada tahun 2018 yang fokus pada perlindungan dan pengembangan sektor kreatif.
Dia menggarisbawahi pentingnya kolaborasi untuk membantu ekonomi kreatif Indonesia unggul secara global melalui kuliner, kerajinan, fesyen, dan seni yang berkualitas.
Wali Kota Siska Karina Imran menyoroti pembentukan dinas pariwisata dan ekonomi kreatif khusus sebagai langkah kunci untuk eksposur internasional.
“Dengan populasi 355.665 jiwa dan konektivitas yang andal, kota kami siap menyelenggarakan agenda Asia-Pasifik,” tegas wali kota.
Dia menyatakan harapan agar kolaborasi dengan kementerian dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi para pelaku ekonomi kreatif lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Berita terkait: Indonesia cari kemitraan dengan Irlandia untuk tingkatkan ekonomi kreatif
Berita terkait: Menenun masa depan ekonomi kreatif
Penerjemah: Fitra A, Tegar Nurfitra
Editor: Arie Novarina
Hak Cipta © ANTARA 2026