loading…
Setelah menyelesaikan ibadah puasa Ramadan, terbentang di hadapan kita bulan-bulan yang sangat mulia—bulan-bulan yang disucikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Foto ilustrasi/ist
Hari ini kita berada di Hari Jumat terakhir bulan Syawal 1447 Hijriyah, bertepatan dengan 10 April 2026. Berikut materi khotbah Jumat dengan tema Menghadapi Bulan Haram, yang disampaikan oleh Ustaz Abu Yahya Badrusalam, Lc.
Khotbah Jumat pertama:
Setelah rampung menunaikan ibadah puasa Ramadan, kita akan memasuki bulan-bulan yang sangat dimuliakan—yaitu bulan-bulan haram yang disucikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Allah berfirman:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ ۚ…
“Sesungguhnya jumlah bulan disisi Allah ada dua belas bulan, dalam ketentuan Allah sejak Dia menciptakan langit dan bumi. Di antaranya ada empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menzhalimi diri kamu sendiri pada bulan-bulan itu.” (QS. At-Taubah [9]: 36)
Allah melarang perbuatan zhalim terhadap diri sendiri di bulan-bulan haram. Padahal, berbuat zhalim tetap haram meskipun di luar bulan itu. Ini menunjukan bahwa dosa perbuatan zhalim terhadap diri sendiri menjadi sangat berat disisi Allah.
Oleh karena itu, kita punya kewajiban untuk mempersiapkan diri menghadapi tiga bulan kedepan. Sebab, bulan-bulan ini adalah bulan yang mulia. Perbuatan zhalim seperti berbuat dosa, maksiat, atau melakukan hal yang tidak diridhai Allah—ternyata dosanya dilipatgandakan dan menjadi lebih besar.
Jangan sampai di bulan-bulan ini kita malah merugi karena lebih banyak berbuat dosa daripada amal ketaatan dan kebaikan.
Oleh karenanya, wahai kaum Muslimin, mari kita berusaha di tiga bulan ini untuk berazam, bertekad bulat, dan berniat kuat memanfaatkan waktu untuk beramal shaleh serta meninggalkan perbuatan maksiat.
Sesungguhnya Allah mensyariatkan semua ini untuk kebaikan kita. Bukan karena Allah butuh amalan kita. Allah sama sekali tidak membutuhkan amal shaleh kita. Kitalah yang membutuhkan amal tersebut untuk kebaikan dan keberuntungan di dunia dan akhirat.
Maka mintalah kepada Allah agar Dia menolong kita selama tiga bulan ini untuk memperbanyak ketaatan. Sebab, jika bukan karena pertolongan-Nya, mustahil kita bisa menjalankan ibadah dengan baik.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ