BPOM Izinkan Penggunaan Lebih Luas Vaksin Campak di Tengah Wabah

Jakarta (ANTARA) – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia telah menyetujui perluasan penggunaan vaksin campak untuk kelompok dewasa berisiko. Langkah ini bagian dari upaya mengendalikan wabah.

Keputusan ini menanggapi keadaan darurat kesehatan masyarakat yang dipicu oleh peningkatan kasus campak di beberapa daerah, ujar Kepala BPOM Taruna Ikrar di Jakarta pada Kamis.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, hingga minggu ke-11 tahun 2026, tercatat 58 kejadian luar biasa (KLB) campak di 39 kabupaten/kota yang tersebar di 14 provinsi.

“Meskipun ini menunjukkan penurunan 93 persen dari puncak 2.220 kasus menjadi 146 kasus pada pertengahan Maret 2026, pengawasan ketat tetap penting karena risiko penularan masih ada, termasuk di kalangan dewasa dengan cakupan imunisasi rendah,” kata Ikrar.

Ia menyatakan keputusan ini mengikuti evaluasi ilmiah komprehensif yang berbasis data. BPOM berkonsultasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), melibatkan Komite Nasional Penilai Obat, serta menganalisis data uji klinis dan bukti dunia nyata.

“Sebagai Otoritas Terdaftar WHO (WLA) untuk vaksin, BPOM melakukan evaluasi berbasis data dan kolaborasi internasional dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian,” ujarnya.

Berdasarkan evaluasi tersebut, BPOM menyetujui penggunaan vaksin campak produksi Bio Farma untuk dewasa berisiko efektif per 7 April. Vaksin ini melengkapi vaksin yang sudah tersedia untuk kelompok usia ini.

“Persetujuan ini berdasarkan tinjauan ilmiah ketat untuk memastikan keamanan, mutu, dan khasiatnya,” tambahnya.

Selain faktor epidemiologi, ketersediaan vaksin juga menjadi pertimbangan penting. Vaksin produksi dalam negeri Bio Farma telah tersedia luas, meski sebelumnya diprioritaskan untuk anak-anak.

Persetujuan yang diperluas ini diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan vaksin domestik untuk imunisasi dewasa.

Vaksin lain yang mengandung campak, termasuk vaksin campak-gondongan-rubela (MMR) dari GlaxoSmithKline (GSK) dan Merck Sharp & Dohme (MSD), juga tersedia untuk orang dewasa.

MEMBACA  Saham Semikonduktor yang Lebih Baik: Broadcom atau Marvell Technology?

Ikrar menyebutkan vaksinasi dewasa akan memprioritaskan kelompok berisiko tinggi, seperti tenaga kesehatan, pelaku perjalanan internasional, dan mereka yang kontak erat dengan individu dengan daya tahan tubuh rendah.

Direktur Jenderal Farmalkes Kementerian Kesehatan Lucia Rizka Andalusia menyatakan pasokan vaksin cukup untuk mendukung program ini.

“Saat ini, stok vaksin campak nasional sekitar 9,8 juta dosis dengan masa simpan sekitar 5,5 bulan, sehingga memungkinkan vaksinasi bertahap berdasarkan prioritas,” katanya.

Berita terkait: Indonesia laporkan penurunan 93 persen kasus campak sejak awal 2026
Berita terkait: Kasus campak meningkat, Indonesia imbau kewaspadaan tenaga kesehatan

Penerjemah: Mecca Yumna Ning Prisie, Yashinta Difa
Editor: Anton Santoso
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar