Target Ekspor Sepeda Motor Bahan Bakar, Fokus Lokal untuk Kendaraan Listrik

Jakarta (ANTARA) – Indonesia berencana mengubah bentuk industri sepeda motor dengan mengarahkan produksi dan penjualan domestik ke motor listrik, sementara model berbahan bakar konvensional akan ditargetkan untuk pasar ekspor, kata seorang pejabat.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pada Kamis di Jakarta bahwa pemerintah sedang menyiapkan regulasi untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik, khususnya sepeda motor.

“Pemerintah menyiapkan aturan yang akan mewajibkan produsen untuk memastikan produksi motor listrik yang cukup untuk pasar dalam negeri. Kami ingin semua motor yang dijual di dalam negeri menjadi listrik,” jelasnya.

Motor konvensional akan tetap diproduksi tapi terutama untuk ekspor, dengan pasar di Afrika, Timur Tengah, dan Amerika Selatan yang diidentifikasi sebagai tujuan utama.

Kartasasmita menekankan bahwa kebijakan ini bertujuan menjaga keberlanjutan industri sambil mendorong dunia usaha beradaptasi ke elektrifikasi.

“Kita harus mulai membangun kapasitas untuk memproduksi motor listrik. China telah berhasil menjadi basis motor listrik, dan Indonesia harus mengikuti,” ujarnya.

Dia menambahkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah mengarahkan agar semua kendaraan masa depan hendaknya listrik, menggarisbawahi kebutuhan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

“Benar-benar tidak ada pilihan lain selain beralih ke listrik,” catat Kartasasmita.

Soal insentif untuk motor listrik, menteri mengatakan diskusi dengan Kementerian Keuangan masih berlangsung, dengan detailnya belum final.

Berita terkait: Prabowo rencanakan pusat pengolahan untuk bahan bakar penerbangan berbasis bio

Berita terkait: Prabowo targetkan produksi massal sedan listrik pada 2028

Penerjemah: Ahmad Muzdaffar Fauzan, Cindy Frishanti Octavia
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Hak Cipta © ANTARA 2026

MEMBACA  BYD Cetak Sejarah Baru, Ekspor 100.000 Mobil Buatan Thailand

Tinggalkan komentar