Permata Bank Akan Bagikan Dividen 2025 Sebesar Rp 1,266 Triliun

Kamis, 9 April 2026 – 09:23 WIB

Jakarta, VIVA – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Permata Tbk memutuskan untuk membagikan dividen sekitar Rp1,266 triliun (bruto) atau setara Rp35 per saham untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025.

Direktur Utama Permata Bank, Meliza M. Rusli, menyampaikan bahwa sepanjang 2025, perusahaan secara konsisten menghadirkan inovasi layanan, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang baik dan berkelanjutan.

RUPST yang digelar pada Selasa (7/4) juga menyetujui beberapa agenda strategis, termasuk perubahan susunan pengurus dengan menyetujui pengangkatan Sorakrit Phruthanontachai sebagai Direktur Perseroan.

Jabatan tersebut akan resmi diemban setelah seluruh persyaratan pengangkatannya terpenuhi, termasuk memperoleh persetujuan kemampuan dan kepatutan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebelum diangkat menjadi Direktur, Sorakrit Phruthanontachai memiliki pengalaman bekerja di Bangkok Bank selama lebih dari 27 tahun.

Berikut susunan Dewan Komisaris dan Direksi Permata Bank yang terbaru:

Dewan Komisaris
Komisaris Utama: Chartsiri Sophonpanich
Komisaris: Chong Toh
Komisaris: Niramarn Laisathit
Komisaris: Chalit Tayjasanant
Komisaris Independen: Haryanto Sahari
Komisaris Independen: Goei Siauw Hong
Komisaris Independen: Yap Tjay Soen
Komisaris Independen: Riswinandi

Direksi
Direktur Utama: Meliza Musa Rusli
Direktur Kepatuhan: Dhien Tjahajani
Direktur: Dayan Sadikin
Direktur: Setiatno Budiman
Direktur (membidangi Unit Usaha Syariah): Rudy Basyir Ahmad
Direktur: Eddie Sajoga
Direktur: Evi
Direktur: Ahmad Mikail Madjid
Direktur: Sorakrit Phruthanontachai )

) Masa jabatan efektif setelah seluruh persyaratan dan persetujuan dari regulator terpenuhi.

Dewan Pengawas Syariah
Ketua: Prof. Dr. H. Jaih, SE., MH., M.Ag
Anggota: Asep Supyadillah
Anggota: Habibullah

Sepanjang tahun 2025, Permata Bank membukukan laba setelah pajak sebesar Rp3,6 triliun. Total aset bank juga tumbuh 3,6 persen year-on-year (yoy) menjadi Rp268,3 triliun. Dari sisi permodalan, rasio CAR dan CET-1 tercatat masing-masing 34,6 persen dan 26,6 persen. Menurut perusahaan, capaian ini meneguhkan posisi Permata Bank sebagai salah satu bank umum komersial terbesar di Indonesia dan menjadi kunci utama dalam mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di masa depan.

MEMBACA  Pemerintah Akan Perketat Pengawasan Pengelolaan Sampah di Pasar

Tinggalkan komentar