UAE, Kuwait, dan Bahrain Laporkan Serangan Meski Gencatan Senjata Iran-AS | Berita Perang AS-Israel atas Iran

PERKEMBANGAN BERITA
PERKEMBANGAN BERITA

Beberapa serangan dilaporkan di kawasan Teluk beberapa jam setelah AS dan Iran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan.

Diterbitkan pada 8 Apr 2026

Sejumlah negara Teluk melaporkan serangan misil dan drone di wilayah mereka, hanya beberapa jam setelah Iran dan Amerika Serikat mengumumkan gencatan senjata dua pekan.

Uni Emirat Arab (UEA) pada Rabu menyatakan bahwa pertahanan udara mereka "sedang secara aktif menangani" misil dan drone yang datang dari Iran.

Cerita yang Direkomendasikan

Kementerian Pertahanan UEA dalam pernyataannya menyebutkan bahwa suara ledakan yang terdengar di berbagai wilayah di negara tersebut disebabkan oleh sistem pertahanan udara yang mencegat misil balistik, misil jelajah, dan kendaraan udara nirawak.

"Pertahanan udara saat ini sedang menangani misil dan drone yang berasal dari Iran," kata kementerian itu.

Kuwait juga menyatakan bahwa pertahanan udaranya mencegat gelombang drone Iran yang diluncurkan sejak pukul 08.00 (05.00 GMT), menurut keterangan militernya.

Angkatan bersenjata Kuwait menyebutkan beberapa drone menyasar fasilitas minyak vital, pembangkit listrik, dan pabrik desalinasi air, mengakibatkan kerusakan infrastruktur yang serius.

Kementerian Pertahanan Kuwait dalam pernyataannya menyatakan sistem pertahanan udaranya merespons "serangan bermusuhan intensif dari Iran," menambahkan bahwa total 28 drone telah ditangani.

"Pasukan bersenjata Kuwait mencegat sejumlah besar drone, beberapa di antaranya menargetkan instalasi minyak vital dan pembangkit listrik di selatan negara itu," tambahnya.

Kementerian Dalam Negeri Bahrain juga melaporkan dugaan serangan Iran, yang melukai dua orang, beberapa jam setelah AS mengumumkan gencatan senjata dengan Iran.

"Dua warga mengalami luka ringan dan sejumlah rumah rusak di area Sitra akibat pecahan peluru yang jatuh dari pencegat-an sebuah drone Iran," menurut pernyataan kementerian.

MEMBACA  Rusia Klaim Senjata Mampu Mengalahkan Jet Tempur Siluman AS F-35 dan F-22

Ledakan terdengar di ibu kota Bahrain, Manama, pada pagi hari, dilaporkan oleh kantor berita AFP. Sumber menyebutkan jurnalisnya melihat asap membubung dari area di Pulau Sitra yang menampung fasilitas energi utama Bahrain.

Dalam pernyataan sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri menyatakan kru pertahanan sipil berhasil mengendalikan kebakaran yang terjadi di sebuah fasilitas "yang menjadi sasaran agresi Iran", tanpa merinci lokasi fasilitas tersebut.

Iran belum menanggapi klaim dari negara-negara Teluk tersebut.

Sementara itu, televisi negara Iran melaporkan bahwa kilang minyak di Pulau Lavan negara itu diserang pada hari Rabu. Laporan tersebut menyatakan pemadam kebakaran berupaya mengendalikan api, dan tidak ada korban luka.

Washington dan Tehran menyetujui gencatan senjata hanya satu jam sebelum batas waktu Presiden AS Donald Trump untuk menghancurkan Iran berakhir.

Negara-negara Teluk telah menghadapi rentetan serangan drone dan misil berulang dari Iran dalam beberapa pekan terakhir, sebagai balasan atas serangan AS dan Israel yang dimulai pada 28 Februari.

Iran menargetkan infrastruktur bahan bakar fosil di negara-negara Teluk yang kaya minyak sementara secara efektif menutup Selat Hormuz yang strategis bagi pelayaran, di mana seperlima minyak global biasanya melintas.

Tinggalkan komentar