loading…
Didi Mahardhika Soekarno menyalami Presiden Prabowo Subianto. Foto: Istimewa
JAKARTA – Suara tentang nasionalisme kembali relevan di tengah tekanan global dan dinamika politik dalam negeri. Menurut cucu Soekarno, Didi Mahardhika Soekarno, tantangan terbesar sekarang bukan cuma ekonomi atau geopolitik, tapi juga arah demokrasi yang mulai disalahgunakan oleh beberapa pihak.
Didi menilai bahwa nasionalisme harus tetap jadi dasar dalam setiap praktek bernegara. Tapi, dia menyoroti gejala dimana demokrasi tidak lagi dijalankan sebagai alat koreksi yang sehat, malah jadi instrumen untuk melemahkan legitimasi pemerintah.
‘Demokrasi seharusnya mengoreksi, bukan meruntuhkan legitimasi negara’ adalah garis pemikiran yang dia dorong untuk melihat situasi sekarang. Didi bilang, kritik terhadap pemerintah adalah bagian penting dari sistem demokrasi.
Baca juga: Seskab Teddy Respons Saiful Mujani: Bapak Presiden Ngurusin Hal Besar
“Tapi ketika kritik itu nggak lagi bertujuan untuk perbaikan, melainkan melemahkan kepercayaan publik secara sistematis, maka yang terjadi adalah distorsi demokrasi,” ujar Didi Mahardika Soekarno, dikutip Rabu (8/4/2026).
Dia menilai praktik seperti ini berbahaya, apalagi di situasi global yang penuh ketidapastian. Polarisasi yang dipicu oleh pelemahan legitimasi politik malah bisa mengikis persatuan nasional dan melemahkan posisi Indonesia di dunia internasional.