Banyak yang Keliru! Perbedaan Mendasar Sertifikasi Halal dan Syariah yang Sering Terabaikan

Selasa, 7 April 2026 – 22:23 WIB

Jakarta, VIVA – Kesadaran masyarakat akan pola hidup sehat sekarang makin bertambah, nggak cuma tentang nutrisi dan olahraga aja, tapi juga menyangkut sisi etika dan nilai-nilai yang dianut. Di tengah tren ini, istilah “halal” dan “syariah” sering dipakai, tapi masih banyak yang mengira artinya sama aja.

Padahal, kenyataannya, sertifikasi halal dan syariah punya perbedaan dasar—terutama kalo dikaitin sama produk kesehatan sampai model bisnisnya. Terus, apa bedanya? Scroll untuk baca lebih lanjut, yuk!

Sertifikasi halal biasanya berkaitan dengan produk yang dikonsumsi, kayak makanan, minuman, kosmetik, sampai suplemen. Fokusnya buat memastikan bahan dan cara produksinya sesuai aturan Islam. Sementara itu, sertifikasi syariah jangkauannya lebih luas, termasuk cara sebuah bisnis dijalankan—mulai dari sistem pemasarannya sampe transaksi yang dipake.

Hal ini juga ditegaskan sama Herbalife Indonesia, perusahaan di bidang kesehatan dan kebugaran, yang baru aja sorotin pentingnya Sertifikasi Penjualan Langsung Berjenjang Syariah (PLBS) dari Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).

Menurut Direktur & General Manager Herbalife Indonesia, Oktrianto Wahyu Jatmiko, sertifikasi ini bawa dampak positif, khususnya dalam membangun kepercayaan.

“Kami lihat optimisme yang kuat di seluruh jaringan kami. PLBS kasih arahan yang lebih jelas untuk pertumbuhan di Indonesia, di mana konsumen sangat hargai produk halal dan praktik bisnis yang etis,” kata Oktrianto saat Halalbilahal & Media Gathering Herbalife di Jakarta Selatan, Selasa 7 April 2026.

Dalam konteks gaya hidup, tren milih produk halal sekarang juga diikuti dengan makin pedulinya orang terhadap cara produk itu dipasarkan dan didistribusikan. Sertifikasi syariah kayak PLBS memastikan seluruh proses bisnis berjalan sesuai prinsip Islam, termasuk bebas dari unsur ketidakpastian (gharar) dan spekulasi (maysir).

MEMBACA  Minyak Stabil karena Proyeksi IEA yang Lebih Lemah Mempengaruhi Harapan Pemotongan Suku Bunga AS, Oleh Reuters

Dewan Pengawas Syariah Herbalife Indonesia, M Bukhori Muslim, jelaskan bahwa pengawasan dilakukan secara berkala untuk jaga kesesuaian itu.

“Sertifikasi PLBS jawab berbagai kekhawatiran sebelumnya dan perkuat kepercayaan. Distributor bisa kembangkan bisnisnya dengan keyakinan dalam sistem yang adil, transparan, dan sesuai syariah,” ujar Bukhori.

Hal yang sama juga disampaikan Fauzan Sugiyono, yang tekankan bahwa sertifikasi syariah nggak diberikan asal-asalan.

Tinggalkan komentar