Jakarta (ANTARA) – Produk furniture dan dekorasi rumah Indonesia mencatat transaksi potensial senilai US$743.070 di pameran Home Design di Budapest, yang menunjukkan permintaan yang terus tumbuh dari kawasan Eropa Tengah dan Timur, ungkap seorang pejabat.
Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Budapest menyatakan bahwa hasil ini menekankan ketertarikan kuat terhadap kerajinan tangan dan desain Indonesia.
"Transaksi potensial ini menandakan kepercayaan dan antusiasme pembeli dari Hongaria dan regional terhadap furniture dan dekorasi rumah Indonesia," catat Kepala ITPC Suci Mahanani pada Senin.
Indonesia menampilkan empat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam acara pada 25–29 Maret itu, memamerkan furniture kayu jati dengan ukiran Jawa, desain kontemporer premium, dekorasi dari tembaga dan kayu fosil, serta furniture inovatif berbahan miselium yang memadukan bahan lokal dengan estetika Eropa.
Mahanani menekankan bahwa produk Indonesia menonjol bukan hanya karena kualitas, tetapi juga karena unsur desain budaya, bahan alami, dan keberlanjutan — fitur-fitur yang semakin dihargai oleh konsumen Eropa.
ITPC juga memfasilitasi sesi business matching, kegiatan promosi, dan kunjungan importir selama pameran berlangsung.
Duta Besar Indonesia untuk Hongaria Penny D. Herasati menekankan bahwa kualitas tetaplah kunci daya saing global.
"Kami berharap pameran ini dapat memperkenalkan produk-produk terbaik Indonesia yang memenuhi standar ketat pasar Eropa," ujarnya.
Hubungan dagang antara Indonesia dan Hongaria terus menguat.
Data Eurostat menunjukkan impor Hongaria dari Indonesia tumbuh rata-rata 9,47 persen per tahun antara 2021 dan 2025.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perdagangan bilateral senilai US$303,7 juta pada 2025, dengan ekspor nonmigas mencapai US$113,8 juta, naik 10,65 persen secara tahunan.
Para pejabat menyatakan tren positif ini menandakan prospek yang kuat bagi produk gaya hidup Indonesia untuk memperluas pasar ke konsumen yang tumbuh di Eropa Tengah dan Timur.
Penerjemah: Maria Cicilia G P, Resinta Sulistiyandari
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Hak Cipta © ANTARA 2026