Inflasi di Sumatra yang Terdampak Bencana Melandai Seiring Pemulihan Distribusi: Pemerintah

Jakarta (ANTARA) – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan bahwa inflasi bulanan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra menunjukkan perbaikan seiring pemulihan distribusi barang dan jasa.

Ia mencatat, perbaikan ini menandakan bahwa upaya normalisasi infrastruktur sosial dan ekonomi telah berkontribusi positif terhadap ketersediaan pasokan dan pengendalian harga barang kebutuhan pokok.

“Artinya upaya yang berjalan untuk menormalkan Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara dalam mengontrol harga barang dan jasa sudah cukup efektif, karena pasokan sekarang sudah lebih banyak masuk,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Jakarta, Senin.

Karnavian menjelaskan, Sumatra Barat dan Aceh masing-masing mencatat inflasi bulanan sebesar 0,04 persen, sementara Sumatra Utara mengalami deflasi sebesar 0,13 persen.

Di Aceh, inflasi tahunan sebelumnya cukup tinggi akibat gangguan distribusi, seperti penutupan jalan dan kemacetan pasokan. Namun, indikator bulanan menunjukkan situasi membaik seiring pulihnya jaringan distribusi.

Perbaikan ini menandakan bahwa ketersediaan pasokan dan alur distribusi di daerah terdampak mulai stabil.

Menteri menekankan pentingnya mempertahankan momentum ini dengan memantau komponen inflasi dan memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.

Menurutnya, indikator inflasi bulanan memberikan gambaran kondisi terkini yang lebih akurat dibanding angka tahunan (year-on-year) untuk tujuan pengendalian harga.

Secara nasional, inflasi tahunan turun dari 4,76 persen menjadi 3,48 persen, sementara inflasi bulanan turun dari 0,68 persen menjadi 0,41 persen.

Perbaikan ini didorong, antara lain, oleh normalisasi tarif listrik dan peningkatan mobilitas saat libur panjang yang memengaruhi sektor makanan, minuman, dan transportasi.

Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat sebelumnya dilanda banjir dan tanah longsor yang dipicu curah hujan tinggi pada akhir November 2025.

MEMBACA  Wanita dengan Auto Brewery Syndrome, Ususnya Menghasilkan Alkohol dan Menyebabkan Kepiawaian

Berdasarkan catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bencana tersebut menewaskan 1.207 jiwa dan merusak lebih dari 300.000 rumah.

Berita terkait: Pemerintah percepat perumahan tetap untuk korban bencana Sumatra

Berita terkait: Satgas prioritaskan pemulihan sungai dalam pemulihan Sumatra

Berita terkait: Setelah empat bulan, Sumatra beralih dari darurat ke rekonstruksi

Penerjemah: Fianda Sjofjan, Raka Adji
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar