Edisi awal indeks tersebut berbentuk buku catatan berpenjepit. “Saya masih menyimpan beberapa versi aslinya,” kata Boyer. “Dulu prosesnya sangat manual, Anda harus membalik halaman satu per satu, lalu tertulis ‘lihat halaman 27’, mirip dengan buku ‘pilih akhir ceritamu sendiri’. Kemudian Anda harus melakukan panggilan telepon, karena bagian terakhir dalam Indeks Antivenin adalah nomor telepon rumah para penjaga kebun binatang.”
Pada tahun 2006, Boyer dan Steven Seifert, yang saat itu merupakan seorang toksikolog medis di University of Nebraska, bekerja sama untuk memindahkan indeks tersebut ke format daring, tempatnya tetap bertahan hingga kini. Sekarang, hampir 90 organisasi zoologi mendaftarkan persediaan mereka.
Ketika Chris Gifford digigit mamba hijau yang mematikan itu, ia beruntung mendapatkan antivenin dari Kebun Binatang Riverbanks di Carolina Selatan.
Courtesy of Chris Gifford
Gifford, pria dari Carolina Utara itu, terhitung lebih beruntung karena hanya satu taring mambanya yang menembus kulitnya. Saat tiba di rumah sakit terdekat, tangan Gifford telah membengkak dan kelumpuhan yang merambat mulai menyebabkan kelopak matanya turun. Indeks Antivenin diaktifkan, dan Kebun Binatang Riverbanks di Carolina Selatan, sekitar 200 mil di sebelah barat daya, memiliki antivenin yang dia butuhkan. Hanya 30 menit setelah gigitan mamba, Gifford sudah kesulitan bernapas karena kelumpuhan mulai memengaruhi diafragmanya.
“Rasanya seperti tenggelam,” ujarnya.
Para penjaga di Kebun Binatang Riverbanks mengemas 10 vial antivenin dengan es dan mengirimkannya menggunakan helikopter. Tepat ketika penghitung waktu Gifford mencatat enam jam, rumah sakit mulai memberikan vial pertama. “Hampir seketika, saya bisa merasakan diri saya kembali bernapas,” kata Gifford. Dia keluar dari rumah sakit sekitar dua hari kemudian.
Jika Anda digigit ular berbisa di timur laut Amerika Serikat, kemungkinan besar Anda akan dirawat dengan vial-vial antivenin yang tersimpan di lemari pendingin di ruang belakang rumah reptil Kebun Binatang Bronx. Kebun binatang ini berkolaborasi dengan Jacobi Medical Center yang letaknya berdekatan, yang memiliki tim respons gigitan ular khusus sehingga menjadikannya langka di antara rumah sakit di AS.
Di dalam lemari pendingin tersebut terdapat kotak-kotak, wadah, dan tas berisi vial kaca rapuh yang seringkali menjadi penentu antara hidup dan mati. Rak-rak dipenuhi toples berisi antivenin untuk spesies India dan ular karang Amerika Utara, serta karton berwarna lavendel bergambar king kobra yang siap menyerang. Secara total, Kebun Binatang Bronx menyimpan 25 varietas antivenin berbeda, banyak di antaranya bersifat polivalen, yang berarti dapat digunakan untuk berbagai spesies.