Indonesia dan Korea Selatan Tandatangani Nota Kesepahaman untuk Tingkatkan Kerja Sama Energi Lepas Pantai

Jakarta (ANTARA) – Indonesia dan Korea Selatan telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk memperdalam kerjasama di industri layanan anjungan lepas pantai, menandai langkah baru dalam kolaborasi energi bilateral.

Perjanjian ini, yang dipertukarkan saat pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung di Blue House di Seoul, pada 1 April, mencakup pengembangan teknologi, pelatihan sumber daya manusia, serta pembongkaran dan pemanfaatan ulang platform lepas pantai setelah operasi minyak dan gas.

“MoU ini akan memperkuat sinergi antara Indonesia dan Korea dalam mengembangkan layanan instalasi lepas pantai, termasuk transfer teknologi, peningkatan kapasitas, dan pemanfaatan ulang platform,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada Senin.

Perjanjian berdurasi lima tahun dan dapat diperpanjang dengan persetujuan bersama ini juga mendorong koordinasi yang lebih erat antara sektor publik dan swasta.

Hartarto mencatat bahwa perusahaan-perusahaan energi Indonesia, termasuk Pertamina dan perusahaan swasta, akan mendapat kesempatan untuk berpartisipasi.

Rencananya termasuk mengubah platform lepas pantai yang sudah tidak beroperasi menjadi terminal penerima LNG dan lokasi penangkapan serta penyimpanan karbon (CCS), sesuai dengan tujuan keberlanjutan global.

Meskipun MoU ini tidak menciptakan kewajiban internasional yang mengikat, para pejabat menyatakan ini meletakkan dasar bagi kemitraan strategis Indonesia-Korea yang lebih kuat di bidang energi.

“Kolaborasi ini menegaskan komitmen kedua negara untuk mempromosikan pembangunan ekonomi berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain strategis di industri energi global,” tambah Hartarto.

Kesepakatan ini mencerminkan dorongan regional yang lebih luas untuk memodernisasi infrastruktur energi dan beradaptasi dengan tantangan transisi energi global, dengan Indonesia memposisikan diri sebagai pusat inovasi untuk layanan lepas pantai.

Penerjemah: Bayu Saputra, Resinta Sulistiyandari
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Hak Cipta © ANTARA 2026

MEMBACA  Penurunan Penjualan Paksa Raksasa Ritel PHK Ribuan Pekerja

Tinggalkan komentar