Trump Ancam Iran Akan Alami ‘Neraka’ Terkait Selat Hormuz Jelang Tenggat Waktu

Presiden AS ancam serang pembangkit listrik dan jembatan pada Selasa lewat unggahan media sosial yang penuh makian.

Diterbitkan Pada 5 Apr 20265 Apr 2026

Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengancam akan menyerang infrastruktur sipil di dalam Iran, termasuk jembatan dan pembangkit listrik, jika Selat Hormuz tidak dibuka kembali sebelum batas waktu yang ditetapkannya pada Senin.

Trump melontarkan ancaman tersebut dalam sebuah unggahan media sosial yang dipenuhi umpatan pada Minggu, di mana ia mengulangi ancaman sebelumnya untuk menghajar infrastruktur vital di seluruh Iran.

Rekomendasi Cerita

  • item 1
  • item 2
  • item 3

“Selasa akan menjadi Hari Pembangkit Listrik, dan Hari Jembatan, semua digabung menjadi satu, di Iran. Tidak akan ada yang menyamainya!!! Buka ******* Selat itu, kalian gila ******, atau kalian akan hidup di Neraka – TUNGGU SAJA! Puji syukur kepada Allah,” kata Trump dalam unggahan Truth Social.

Pada 26 Maret, Trump menetapkan batas waktu 10 hari bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, jalur pengiriman penting bagi pasar energi global, yang lalu lintasnya terhenti total sejak AS dan Israel pertama kali menyerang Iran pada 28 Februari.

Dia mengatakan kepada Fox News pada Minggu bahwa Iran saat ini sedang bernegosiasi dengan AS dan ia percaya kedua belah pihak dapat mencapai kesepakatan sebelum batas waktu.

Presiden AS kerap mengulangi bahwa Iran tengah mengupayakan sebuah kesepakatan untuk mengakhiri perang dan bahwa pertempuran akan segera berakhir sejak konflik dimulai. Iran sendiri menyatakan tidak berniat mengakhiri perang dan telah bersumpah akan meningkatkan eskalasi di seluruh wilayah jika infrastrukturnya menjadi sasaran.

Sepanjang perang, pejabat AS telah mengancam Iran dengan kekerasan dahsyat jika tidak menuruti tuntutan AS. Pekan lalu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengancam akan mengembalikan Iran “ke Zaman Batu”.

Serangan AS-Israel sendiri telah menyasar infrastruktur dan fasilitas sipil, termasuk jembatan, sekolah, fasilitas kesehatan, dan universitas. Para pakar memperingatkan bahwa beberapa serangan tersebut dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

Presiden AS mengatakan bahwa ia akan menggelar konferensi pers di Gedung Putih pada Senin.

Trump juga memberikan detail tambahan mengenai operasi untuk melacak dan mengevakuasi pilot pesawat tempur F-15E yang ditembak jatuh di Iran pada Jumat.

“Kami telah menyelamatkan Awak/Petugas F-15 yang terluka parah, dan sangat berani, dari kedalaman pegunungan Iran,” katanya dalam unggahan media sosial terpisah pada Minggu.

“Sebuah TONTONAN keberanian dan bakat yang LUAR BIASA dari semua pihak!”

MEMBACA  Pemukiman PBB di Kota Gaza yang Dikepung Tertembak, dan Setidaknya 9 Orang Tewas

Tinggalkan komentar