Objek Terbakar di Langit Lampung Teridentifikasi sebagai Sampah Antariksa: BRIN

Jakarta (ANTARA) – Kumpulan objek terbakar yang terlihat di atas provinsi Lampung dan Banten pada hari Sabtu telah diidentifikasi sebagai serpihan antariksa, menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Warga di Lampung dan Banten dikejutkan oleh objek bercahaya terang yang mereka lihat di langit, yang kemudian pecah menjadi beberapa bagian. Kami dapat memastikan itu adalah serpihan antariksa,” kata profesor astronomi BRIN Thomas Djamaluddin pada hari Minggu.

Dia mengatakan analisis orbit menunjukkan serpihan tersebut merupakan bagian dari roket Long March 3B (CZ-3B) milik China, bergerak dari arah India menuju Samudera Hindia.

Objek itu turun di bawah ketinggian 120 kilometer pada pukul 19.56 waktu setempat, membuatnya terlihat oleh warga di sepanjang pesisir barat Sumatera, tambahnya.

“Saat objek masuk ke atmosfer yang padat, ia terus bergerak sambil terbakar dan pecah. Fenomena ini diamati oleh warga di Lampung dan Banten,” kata Djamaluddin.

Video yang beredar di media sosial pada hari Sabtu menunjukan objek bercahaya bergerak melintasi langit malam di atas Lampung, di ujung selatan Sumatera.

Saksi menggambarkan objek jatuh itu “seperti meteor”.

Sementara itu, data dari European Space Agency (ESA) menunjukkan lebih dari 650 peristiwa fragmentasi yang melibatkan serpihan antariksa telah tercatat hingga Januari 2026.

Berita terkait: Meteor menyebabkan bola api dan ledakan di atas Cirebon, BRIN memastikan

Berita terkait: Indonesia akan menyaksikan ‘bulan darah’ langka pada 7-8 Sep

Penerjemah: Sean Filo Muhamad, Nabil Ihsan
Editor: Anton Santoso
Hak Cipta © ANTARA 2026

MEMBACA  Polandia Mulai Pemeriksaan di Perbatasan Jerman sebagai Tindakan Timbal Balik

Tinggalkan komentar