Bulog Siapkan Strategi Mitigasi Menghadapi Risiko Kekeringan El Niño

Surabaya (ANTARA) – Direktur Utama Perusahaan Logistik Negara Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan pada Sabtu bahwa pihaknya memperkuat strategi untuk mengantisipasi kemungkinan kekeringan akibat El Niño di pertengahan tahun dan memastikan stabilitas pasokan pangan.

Berbicara di Pasar Wonokromo, Surabaya, Ramdhani menjelaskan Bulog berkoordinasi erat dengan Kementerian Pertanian untuk menjaga produksi pangan nasional.

“Solusinya, salah satunya, adalah Kementerian Pertanian menambah pompa air dan menyediakan alat mesin pertanian tambahan, supaya tingkat produksi diharapkan tidak turun dan bahkan berpotensi naik,” ujarnya.

Dia mencatat waktu kemunculan El Niño mungkin tidak sepenuhnya buruk, karena bertepatan dengan puncak panen padi di beberapa daerah.

Ramdhani menyebutkan Bulog sudah menyerap lebih dari 35 persen dari target pengadaan beras pemerintah sebanyak 4 juta ton. Hal ini merupakan bagian dari strategi mitigasi yang lebih luas untuk mengamankan cadangan menghadapi kekeringan berkepanjangan.

Stok beras saat ini telah mencapai 4,4 juta ton, tingkat tertinggi dalam sejarah Indonesia, klaimnya.

“Ini stok tertinggi. Puncak tahun lalu 4,2 juta ton, dan sekarang sudah melampauinya,” katanya.

Ramdhani optimistis stok dapat mencapai sekitar 5 juta ton pada akhir April atau awal Mei, sejalan dengan panen yang berlangsung di berbagai wilayah.

Berita terkait: Indonesia perkuat cadangan pangan jelang ancaman El Nino ekstrem

Berita terkait: Indonesia siapkan 35 operasi penyemaian awan hadapi ancaman El Niño

Penerjemah: Indra Setiawan, Cindy Frishanti Octavia
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Hak Cipta © ANTARA 2026

MEMBACA  Masyarakat Forum Minta Wali Kota Tri Adhianto Tidak Bungkam Soal Kecurangan Pengelolaan Keuangan PT Migas Kota Bekasi

Tinggalkan komentar