Petugas BPBD Kabupaten Demak membantu evakuasi warga dari banjir yang melanda daerah tersebut pada Sabtu (4/4/2026). FOTO: BPBD Kabupaten Demak
DEMAK – Jumlah warga yang terdampak banjir di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, terus bertambah. Hingga Sabtu (4/4/2026) jam 09.00 WIB, tercatat ada 2.839 jiwa yang mengungsi di beberapa lokasi. Banjir ini disebabkan oleh hujan yang sangat deras dan meluapnya Sungai Tuntang, yang juga membuat beberapa tanggul jebol di wilayah tersebut.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan berdasarkan data sementara, lokasi pengungsian tersebar di beberapa tempat. Di Masjid Babu Rohim Dukuh Solondoko ada 200 jiwa, di Masjid Rodhotul Janah Dukuh Solowere ada 500 jiwa. Kemudian di Kantor Kecamatan Guntur ada 119 jiwa, di Tanggul Gobang ada 400 jiwa, serta di sejumlah balai desa, musala, madrasah, dan rumah warga. Pendataan masih terus dilakukan sampai hari ini.
"Ada beberapa pengungsi yang dilaporkan sakit dan sekarang sudah mendapatkan penanganan dari dinas kesehatan setempat," kata Aam, panggilan untuk Abdul Muhari, dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu (4/4/2026).
Aam juga menyampaikan bahwa hasil kajian cepat di lapangan menunjukan banjir ini berdampak pada 8 desa di 4 kecamatan, yaitu Kecamatan Guntur, Karangtengah, Wonosalam, dan Kebonagung. Kejadian tanggul jebol terjadi di Kecamatan Guntur, tepatnya di Desa Trimulyo pada dua titik: di Dukuh Solondoko sepanjang kira-kira 30 meter dan di Dukuh Solowere sepanjang sekitar 10 meter. Selain itu, ada juga tanggul yang jebol di Desa Sidoharjo sepanjang kurang lebih 15 meter.