Kamis, 2 April 2026 – 16:10 WIB
VIVA – Rencana pembangunan bandara dan sistem metro di Makkah saat ini sedang berjalan. Ini seiring upaya kota tersebut melakukan peningkatan besar di sektor transportasi dan infrastruktur.
Arab Saudi Longgarkan Aturan Visa! Overstay Bebas Denda hingga 18 April 2026
CEO Royal Commission for Makkah City and the Holy Sites, Saleh Al-Rasheed, dalam wawancaranya dengan Harvard Business Review, menyatakan persetujuan untuk arah investasi strategis dan ekonomi sudah didapat. Tujuannya untuk mengembangkan Bandara Makkah sesuai standar global agar bisa melayani jutaan pengunjung.
Dia menambahkan, pihak Komisi akan bekerja sama dengan sektor swasta untuk merancang model investasi yang tepat. Hal ini tanpa mengganggu kelayakan bandara-bandara di kota-kota sekitarnya.
Putra Mahkota Saudi Tekan Trump Terus Gempur Iran, Ada Agenda Terselubung?
Al-Rasheed juga menyebut studi kelayakan dan desain awal untuk proyek Metro Makkah sudah selesai.
Selain sektor transportasi, dia menjelaskan berbagai upaya lain untuk meningkatkan layanan dan pengalaman bagi warga serta jamaah. Upaya ini melalui proyek-proyek di bidang perumahan, infrastruktur, dan layanan publik, yang tetap menyesuaikan kebutuhan masyarakat.
Dubes Arab Saudi Sebut Haji 2026 Aman di Tengah Konflik Timur Tengah
Dia menargetkan tingkat kepuasan warga dan jamaah bisa mencapai 90,5 persen pada tahun 2025.
Salah satu inisiatif yang dijalankan adalah program Smart Makkah. Program ini memanfaatkan kecerdasan buatan untuk memantau dan mengelola pergerakan jemaah di Masjidil Haram dan sekitarnya.
Program ini mencakup sistem prediksi arus jemaah di Jembatan Jamarat dan kawasan pusat, serta penggunaan pencitraan udara. Semua ini terintegrasi dengan aplikasi “Balady” untuk meningkatkan pengalaman jemaah.
Al-Rasheed juga menyoroti peningkatan di sektor transportasi. Ini termasuk pengembangan sistem bus, taksi, dan transportasi terpandu, serta peluncuran Makkah Taxi yang menggunakan kendaraan modern. Taksi ini dilengkapi sistem pelacakan dan opsi pembayaran elektronik, termasuk kendaraan listrik dan hybrid.
Saat ini, jaringan bus Makkah mengoperasikan 400 unit bus di 12 rute. Jaringan ini menjangkau sebagian besar kawasan permukiman dengan 430 titik pemberhentian, dan didukung empat stasiun utama di area pusat kota.
“Sejak mulai beroperasi pada Februari 2022, jumlah pengguna layanan sudah melampaui 185 juta penumpang, dengan lebih dari 3,8 juta perjalanan yang dilakukan,” ujarnya, dikutip dari laman Saudi Gazette, Kamis 2 April 2026.
Di sektor infrastruktur, sejumlah ruas utama jalan lingkar pertama, kedua, dan ketiga telah selesai dibangun. Jalan-jalan ini terhubung dengan jalur penting menuju Masjidil Haram dan lokasi-lokasi suci, termasuk Jalan King Abdulaziz dan Jalan Ibrahim Al-Khalil, serta peningkatan akses masuk kota.
Halaman Selanjutnya
Al-Rasheed juga menyebut perluasan fasilitas layanan di sekitar Masjidil Haram, termasuk 60 bangunan pemeliharaan dan 32 eskalator listrik. Ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan efisiensi operasional dan keberlanjutan ibadah haji.