loading…
Ahli Forensik Digital Rismon Sianipar menegaskan bahwa revisi terhadap buku White Paper Jokowi dan penelitiannya yang sudah terbit bukanlah suatu masalah. Pernyataan ini disampaikannya saat ditemui di Polda Metro Jaya, Rabu (1/4/2026). Foto: Jonathan Simanjuntak
JAKARTA – Ahli Forensik Digital Rismon Sianipar menegaskan bahwa merevisi buku White Paper Jokowi dan penelitian yang sudah terbit bukanlah masalah. Itu adalah haknya sebagai seorang peneliti.
Rismon akhirnya angkat bicara tentang penelitiannya mengenai ijazah Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi). “Kenapa Rismon tidak boleh? Kenapa Rismon dilabeli sebagai pembelot? Itu hak saya. Jadi kalau peneliti lain, ilmuwan lain boleh merevisi temuannya, kenapa saya tidak?” ujarnya di Polda Metro Jaya, Rabu (1/4/2026).
Baca juga: Rismon Sianipar Minta Maaf ke Jokowi dan Gibran, Ini Alasannya
Menurut dia, seharusnya dia tidak dipersepsikan sebagai pembelot. Ilmuwan terkenal seperti Albert Einstein dan Isaac Newton pun pernah merevisi hasil penemuan mereka.
“Einstein bisa merevisi rumusnya, Newton sebagai penemu hukum mekanika juga bisa merevisi temuannya. Orang lain juga bisa merevisi temuan orang lain,” katanya.
Dia mengatakan, perubahan sikap dan revisi penelitiannya tentang ijazah Jokowi seharusnya tidak digoreng untuk mempolitisasi sesuatu. Yang jelas, melakukan revisi penelitian adalah bagian dari tanggung jawabnya sebagai peneliti.
“Einstein pernah menertawakan temuan hukum termodinamika atau hukum mekanika dari Newton. Kenapa Rismon tidak boleh? Jadi jangan dibawa-bawa ke sana, saya tidak mau masalah ini digoreng-goreng ke arah politik,” kata Rismon.
(jon)