Jakarta (ANTARA) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengirimkan tim ahli ke Maluku Utara dan Sulawesi Utara untuk meninjau dampak gempa berkekuatan 7,6 magnitudo yang mengguncang wilayah tersebut pada hari Kamis.
Pelaksana Tugas Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menyatakan tim bertugas memetakan kerusakan dan memantau aktivitas gempa susulan.
Para ahli juga akan menilai kerentanan wilayah yang terdampak gempa kuat tersebut demi menjamin keselamatan publik.
“Kami akan melakukan survei gempa merusak, termasuk pemetaan makroseismic dan mikroseismic,” ujar Triyono dalam konferensi pers pada Kamis.
Dia menjelaskan, pemetaan makroseismic menentukan persebaran kerusakan, sementara pemetaan mikroseismic memantau gempa susulan.
Kantor nya akan memasang seismograf portabel di beberapa lokasi di Maluku Utara untuk memperkuat pemantauan aktivitas seismik.
Triyono mencatat, data gempa mikro sangat penting untuk menganalisis durasi dan kemungkinan berhentinya gempa susulan.
“Meskipun tidak selalu berdampak besar, gempa-gempa kecil ini merupakan indikator penting dalam menganalisis aktivitas seismik,” lanjutnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Seismologi Teknik dan Geopotensial BMKG, Fakhri, mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi bangunan tempat tinggal.
Dia menegaskan, warga seharusnya tidak memasuki bangunan yang rusak atau retak sampai tim terpadu memastikan struktur tersebut aman.
Hingga pukul 9.50 waktu setempat, telah tercatat 48 gempa susulan di wilayah Maluku Utara dan Sulawesi Utara, dengan yang terbesar mencapai magnitudo 5,5.
Gempa berkekuatan 7,6 magnitudo itu berpusat di laut, sekitar 129 kilometer tenggara Bitung, Sulawesi Utara, pada kedalaman 33 kilometer.
Guncangan kuat dirasakan di Ternate, Kepulauan Tidore, dan Halmahera Barat, memicu kepanikan di kalangan warga di daerah pesisir.
Berita terkait: Satu Meninggal Usai Gempa 7,6 SR Guncang Sulawesi Utara
Berita terkait: BMKG Mencabut Peringatan Tsunami Usai Gempa 7,6 M di Maluku Utara
Penerjemah: M. Riezko Bima, Resinta Sulistiyandari
Editor: Arie Novarina
Hak Cipta © ANTARA 2026