Kamis, 2 April 2026 – 00:30 WIB
VIVA – Amerika Serikat (AS) dilaporkan sudah memperkuat dukungan militer mereka di kawasan Timur Tengah. Mereka mengerahkan pesawat pembom strategis dan pesawat serang ke wilayah Eropa, sementara ketegangan dengan Iran semakin meningkat.
Pergerakan militer terbesar di dunia ini dilihat sebagai persiapan untuk mendukung kemungkinan operasi darat di Iran.
Berdasarkan pantauan beberapa akun intelijen sumber terbuka (OSINT) dan analisis data penerbangan, 12 pesawat serang A-10C Thunderbolt II terlihat mendarat di Inggris pada 30 Maret. Pesawat yang punya julukan "Warthog" ini tiba di pangkalan udara RAF Lakenheath dalam dua kelompok terpisah.
A-10 didesain khusus untuk bantuan udara jarak dekat bagi pasukan di darat. Pesawat ini punya senjata meriam tujuh laras GAU-8/A Avenger yang bisa menembak sekitar 3.900 peluru per menit dan sangat efektif untuk menghancurkan kendaraan lapis baja. Beberapa pesawatnya membawa tanda dari Garda Nasional Udara Michigan.
VIVA Militer: Jet tempur Angkatan Udara Amerika Serikat, A-10 Warthog
Sebelumnya, seorang pejabat tinggi militer AS, Dan Caine, menyatakan bahwa pesawat A-10 pernah dipakai di perairan dekat Iran untuk menghadapi kapal perang cepat dan kapal pembawa ranjau.
Selain A-10, aktivitas pesawat tanker pengisi bahan bakar di udara juga sangat padat terpantau di Inggris dan Rumania. Enam pesawat KC-135 Stratotanker dilaporkan terbang dari RAF Mildenhall dan dari Bandara Internasional Henri Coandă di Rumania pada 31 Maret. Beberapa diantaranya terbang ke wilayah selatan Yunani sebelum kembali ke pangkalan.
Empat pesawat tanker lain yang berangkat dari negara bagian Maine, AS, terpantau tiba di Timur Tengah dan mendarat di Israel. Ini menunjukkan dukungan logistik udara yang terus berjalan di kawasan tersebut.
Pada waktu yang sama, pesawat pembom strategis B-52 Stratofortress milik AS terlihat terbang dari Inggris dalam misi yang dikabarkan menarget Iran. Pesawat itu dilaporkan membawa bom berpandu JDAM seberat kira-kira 227 kilogram.
Dalam konferensi pers, Dan Caine juga menyebut bahwa B-52 sudah mulai melakukan penerbangan di atas Teluk Iran. Menurut data Angkatan Udara AS, saat ini ada 58 unit B-52H yang aktif dan 18 unit dalam cadangan.
Halaman Selanjutnya
Para pengamat militer berpendapat, kombinasi pengiriman pesawat tanker, pembom strategis, dan pesawat pendukung jarak dekat ini menunjukan persiapan untuk skenario operasi yang lebih luas. Ini termasuk kemungkinan dukungan udara untuk pasukan darat AS jika diperlukan.