Sebuah robot yang luwes yang bertengger di atas satelit berhasil melaksanakan serangkaian uji pengisian bahan bakar di ruang angkasa untuk pertama kalinya. Pencapaian ini membawa China selangkah lebih dekat menuju kemampuan servis di orbit yang dapat memperpanjang usia pakai wahana antariksa.
Startup China, Sustain Space, menguji lengan robotik fleksibelnya melalui serangkaian tugas simulasi orbital. Menurut pernyataan perusahaan, mereka berhasil memverifikasi empat mode operasi selama demonstrasi teknologi tersebut. Robot yang relatif lentur ini terbuat dari serangkaian tabung mirip pegas, memungkinkannya untuk memelintir atau melengkung dengan berbagai cara guna mengisi bahan bakar dan memperbaiki wahana antariksa, serta menggeser puing-puing ruang angkasa.
Perlu Bantuan Lengan?
Satelit Xiyuan-0 milik Sustain Space diluncurkan pada 16 Maret lalu menggunakan roket Kuaizhou-11 dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di China. Satelit tersebut dilengkapi dengan lengan robotik fleksibel yang dirancang untuk melakukan operasi kompleks di orbit.
Selama berada di angkasa, para insinyur menguji lengan robotik itu dengan sangat ketat. Robot fleksibel itu melakukan serangkaian tugas simulasi, termasuk simulasi pengisian bahan bakar yang dikendalikan dari darat, otonom, dan berpandu visi, serta manipulasi sesuai gaya dan kontrol presisi.
“Satelit telah berhasil menyelesaikan seluruh operasi di orbit dari lengan robotik fleksibelnya. Ini menandai langkah solid bagi industri aerospace komersial China di bidang layanan ruang angkasa di orbit,” tulis Sustain Space dalam pernyataan yang diterjemahkan.
Robot ini didesain dengan lengan berongga yang terdiri dari tabung-tabung mirip pegas yang saling terhubung, ditambah motor yang memungkinkannya menarik kabel.
Layanan Robotik
Industri antariksa telah memiliki beberapa lengan robotik yang menjalankan tugas-tugas vital di orbit, seperti merakit wahana, membantu astronot, dan merawat satelit.
Canadarm2 sepanjang 57 kaki (17 meter) terpasang di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) dan membantu memindahkan pasokan, mendokkan wahana, serta mendukung pekerjaan selama aktivitas luar kendaraan. European Robotic Arm (ERA) adalah robot pertama yang bisa “berjalan” di sekitar segmen Rusia di ISS, dirancang dengan siku, bahu, hingga pergelangan tangan. Japan’s Experiment Module Remote Manipulator System, atau Kibo, membantu dalam eksperimen yang dilakukan di ISS.
Lengan robotik fleksibel China merupakan yang pertama di dunia, utamanya dirancang untuk mendukung keberlanjutan industri antariksa melalui operasi di orbit. Startup antariksa lain juga berupaya mengembangkan layanan serupa di orbit, meski dengan teknologi yang berbeda. Demonstrasi terbaru robot lentur ini menyoroti kemajuan industri antariksa China dalam merawat wahana yang mengorbit.