Fakta di Balik Ritual Pesugihan: Buya Yahya Mengungkap Mitos Tumbal Manusia

Rabu, 1 April 2026 – 18:38 WIB

Jakarta, VIVA – Topik tentang tumbal dan pesugihan masih sering bikin takut banyak orang. Banyak yang percaya kalo orang yang mati karena dijadikan tumbal, kematiannya harus disempurnakan supaya tidak gentayangan. Tapi, Buya Yahya ngasih penjelasan tegas bahwa kepercayaan itu tidak sesuai dengan ajaran Islam.

Dalam penjelasannya, Buya Yahya ngungkapin bahwa istilah tumbal emang udah dikenal sejak zaman dulu. Dia ncontohin kisah lama di Sungai Nil, di mana ada kepercayaan bahwa seseorang harus dikorbankan untuk tujuan tertentu. Namun, dia tekankan bahwa keyakinan kayak gini salah dan nggak punya dasar dalam syariat Islam.

Buya Yahya nandaskan bahwa dalam Islam nggak ada ajaran yang membolehkan pengorbanan manusia untuk tujuan tertentu, termasuk buat cari kekayaan atau pesugihan. Keyakinan seperti itu justru termasuk perbuatan zalim dan bisa termasuk kesyirikan.

“Nah, jelas itu bukan dalam syariat Islam, nggak ada kezaliman kayak gitu. Nggak ada keyakinan yang salah dan itu keluar dari iman kalo meyakini hal begitu,” ujar Buya Yahya yang dikutip dari YouTube.

Lebih jauh, dia jelasin bahwa kalo emang ada orang yang jadi korban karena dizalimi, contohnya dibunuh dengan niat dijadikan tumbal, maka orang itu justru wafat dalam keadaan mulia, bukan sebaliknya.

“Kalau misalnya ada orang meninggal karena dijadikan tumbal, dia mati syahid, dia mulia karena dizalimi, kenapa malah disempurnakan-sempurnakan?” tegas Buya.

Pernyataan ini nandaskan bahwa nggak ada istilah “menyempurnakan kematian” buat korban tumbal. Dalam pandangan Islam, seseorang yang meninggal dalam keadaan dizalimi justru dapet kemuliaan di sisi Allah, selama dia nggak percaya atau ikut praktik tersebut.

Selain itu, Buya Yahya juga meluruskan beberapa mitos lain yang sering dikaitin sama kematian, kayak roh gentayangan atau kesurupan sama arwah orang mati. Dia tegaskan bahwa hal itu nggak benar.

MEMBACA  Seorang Koki Italia Memberikan Pandangannya tentang 9 Mitos dan Miskonsepsi Terbesar tentang Pasta

“Kalo masalah ada roh orang jahat terus gentayangan, nggak ada itu. Semuanya nggak ada roh gentayangan. Ingat, masa enak banget dia gentayangan? Kalo dia orang jahat, pembunuh, orang jahat disiksa di alam barzakh, ngapain gentayangan enak-enak jalan ke mall? Nggak ada itu semuanya,” jelasnya.

Menurutnya, setelah meninggal dunia, setiap manusia akan berada di alam barzakh sesuai amaal perbuatannya. Orang baik bakal dapet kenikmatan, sedangkan yang berbuat buruk bakal dapet balasannya.

Halaman Selanjutnya

Tinggalkan komentar