Rusia Siap Jual Minyak ke Pertamina di Tengah Ketegangan Selat Hormuz

Jakarta (ANTARA) – Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, mengatakan Moskow terbuka untuk perusahaan minyak negara Indonesia, Pertamina, membeli minyak Rusia menyusul kenaikan harga global setelah penutupan Selat Hormuz.

Berbicara kepada wartawan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Selasa, Tolchenov menyatakan bahwa baik Pertamina maupun Kementerian ESDM belum secara resmi mendekati Rusia. Namun, dia menekankan bahwa kedutaan siap membahas proposal jika ada.

Tolchenov menandaskan pihak berwenang Rusia bersedia bernegosiasi jika Indonesia menyatakan kebutuhan, dengan menekankan fleksibilitas dalam mengatur pasokan sesuai keperluan pembeli.

Dia menambahkan, ekspor minyak Rusia tidak terbatas pada negara-negara bersahabat. Negara-negara Eropa Barat juga bisa membeli energi jika membuat perjanjian kontrak jangka panjang.

Menurut Tolchenov, Moskow tidak menolak calon pembeli dan memandang perdagangan energi terutama sebagai masalah kebutuhan timbal balik dan kemauan untuk kerja sama.

Menteri ESDM Indonesia, Bahlil Lahadalia, mengatakan pemerintah tetap terbuka mengimpor minyak dari berbagai negara, termasuk Rusia, sebagai bagian strategi diversifikasi.

Dia menekankan Jakarta tidak membatasi sumber ke satu pemasok saja, dengan memprioritaskan ketersediaan dan harga kompetitif dalam mengamankan impor energi.

Lahadalia menambahkan, perubahan geopolitik terkini membuat minyak Rusia lebih terjangkau setelah perubahan kebijakan Amerika Serikat terkait pembelian yang sebelumnya dibatasi sanksi.

Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, menyebabkan kerusakan dan korban jiwa sipil di sejumlah area termasuk Tehran.

Iran membalas dengan serangan yang menarget wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah, semakin meningkatkan ketegangan regional.

Eskalasi ini menyebabkan blokade de facto di Selat Hormuz, jalur transit kunci untuk pengiriman minyak dan gas alam cair global.

MEMBACA  Pemerintah Melaporkan Tidak Ditemukan Kasus Virus HMPV di Indonesia

Gangguan ini mempengaruhi arus ekspor dan tingkat produksi di kawasan Teluk, berkontribusi pada kenaikan harga bahan bakar di banyak belahan dunia.

Dalam latar belakang ini, Indonesia berupaya mengamankan pasokan energi yang stabil sambil mengurangi dampak gejolak pasar pada ekonomi domestik.

Pemerintah telah mengambil langkah untuk menstabilkan pasar BBM dalam negeri, termasuk menjaga kontrol harga dan memastikan cadangan yang memadai.

Tolchenov mengulangi bahwa Rusia siap bekerja sama dengan Indonesia, menekankan posisinya sebagai pemasok yang andal meskipun ketegangan geopolitik masih berlangsung.

Berita terkait: Russian fleets arrive in Jakarta for joint drills with Indonesian Navy

Berita terkait: Russia offers nuclear, aluminium cooperation in West Kalimantan

Penerjemah: Kuntum KR, Rahmad Nasution
Editor: Arie Novarina
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar