Sebuah masalah teknis yang tidak diketahui menyebabkan sejumlah robotaksi milik raksasa teknologi China Baidu mogok pada hari Selasa di tengah lalu lintas, menjebak sejumlah penumpang di dalam kendaraan selama lebih dari satu jam.
Di Wuhan, kota di China tengah tempat Baidu mengerahkan ratusan taksi swakemudi Apollo Go-nya, pengguna media sosial China melaporkan menyaksikan mobil-mobil tersebut tiba-tiba bermasalah dan berhenti beroperasi. Foto dan video yang dibagikan daring menunjukkan mobil-mobil Baidu terhenti di jalan raya yang ramai, seringkali di laju cepat.
Seorang mahasiswa di Wuhan mengatakan kepada WIRED bahwa dia terjebak dalam robotaksi Baidu bersama dua temannya selama sekitar 90 menit pada hari Selasa. (Dia meminta untuk hanya diidentifikasi dengan nama belakangnya, He, untuk melindungi privasinya.) Mahasiswa itu mengatakan mobil itu bermasalah dan berhenti empat atau lima kali selama perjalanan sebelum akhirnya parkir di depan sebuah persimpangan di Wuhan timur. Untungnya, itu bukan jalan yang sibuk, dan kelompok tersebut tidak dalam bahaya langsung. Tampilan layar di dalam mobil meminta penumpang untuk tetap di dalam mobil dengan sabuk pengaman dan menunggu perwakilan perusahaan datang “dalam lima menit,” menurut foto yang dibagikan He kepada WIRED.
He mengatakan dibutuhkan sekitar 30 menit untuk bisa terhubung dengan perwakilan layanan pelanggan Baidu melalui telepon. “Mereka terus mengatakan itu akan dilaporkan ke atasan mereka. Tapi mereka tidak menjelaskan apa penyebab [gangguan tersebut] atau memberi tahu kami berapa lama kami harus menunggu staf untuk datang,” kata He. Namun tak seorang pun pernah datang, dan setelah menunggu satu jam lagi, ketiga penumpang memutuskan untuk keluar dan pulang sendiri (pintunya tidak terkunci).
Di media sosial China, penumpang lain juga mengeluh tidak dapat menghubungi dukungan pelanggan Baidu. “Saya mencoba segala cara yang bisa saya pikirkan untuk menelepon minta tolong menggunakan opsi yang ditunjukkan aplikasi, tetapi sambungan telepon tidak berhasil, dan ketika saya menekan tombol SOS, tombol itu memberi tahu saya bahwa itu tidak tersedia. Lalu sebenarnya untuk apa fungsi SOS ini?” tulis seorang pengguna dalam postingan di RedNote disertai video yang menunjukkan tombol tidak berfungsi. Dia mengatakan harus memaksa pintu terbuka dan keluar dari mobil saat lalu lintas berhenti total di belakang robotaksinya. “Apollo Go, kamu benar-benar berhutang permintaan maaf padaku,” tulisnya.
Baidu tidak segera menanggapi permintaan komentar. Polisi setempat di Wuhan mengeluarkan pernyataan sekitar tengah malam waktu China yang menyatakan situasi itu “kemungkinan disebabkan oleh malfungsi sistem,” tetapi insiden itu masih dalam penyelidikan. Tidak ada yang terluka dan semua penumpang telah keluar dari kendaraan, tambah polisi. Tidak jelas berapa banyak robotaksi Baidu yang mungkin terkena dampak.
Satu rekaman dash cam yang diposting ke RedNote menunjukkan sebuah mobil melewati 16 kendaraan Apollo Go yang terparkir di jalan dalam rentang 90 menit. Dalam beberapa kesempatan, video tersebut menunjukkan pengemudi nyaris menghindari menabrak robotaksi dengan mengerem atau berpindah jalur di detik terakhir.
Yang lain tampaknya tidak seberuntung itu. Dalam postingan RedNote lain, seorang pria mengaku menabrak salah satu kendaraan Baidu yang bermasalah tersebut. Pria itu menulis dalam keterangannya bahwa dia berkendara dengan kecepatan lebih dari 40 mph di jalan raya ketika mobil di depannya tiba-tiba berpindah jalur untuk menghindari robotaksi yang terhenti. Dia tidak bisa bereaksi cukup cepat dan akhirnya menabrak mobil swakemudi itu. Foto SUV oranye pria itu yang ditarik menunjukkan bahwa fender depan-kanan mobil itu terlepas sepenuhnya, dan bagian lain tampaknya mengalami kerusakan besar.