Masih Menganggur? Amalan Pembuka Pintu Rezeki Menurut Ustaz Adi Hidayat

Selasa, 31 Maret 2026 – 21:49 WIB

Jakarta, VIVA – Di tengah persaingan dunia kerja yang sulit, banyak orang yang merasa cemas ketika belum juga mendapat pekerjaan. Kondisi ini sering memicu stres dan rasa hilang arah. Namun, dari sisi spiritual, ada cara yang bisa dilakukan untuk menenangkan hati sekaligus berusaha membuka pintu rezeki.

Pendakwah ternama Ustaz Adi Hidayat (UAH) pernah membagikan amalan sunnah yang bisa diamalkan tiap hari, khususnya bagi yang sedang berjuang cari kerja atau merintis karir. Amalan ini tidak hanya mudah, tapi punya nilai spiritual yang dalam. Amalan apa itu? Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

Dalam satu ceramahnya, UAH menekankan bahwa rezeki sebenarnya sudah diatur oleh Allah SWT. Tapi, manusia tetap perlu berikhtiar, baik lewat usaha nyata maupun lewat ibadah.

"Kalau Anda ingin lebih cepat, meski rezeki belum keluar tapi sudah disiapkan kok," ujarnya, dikutip dari YouTube Adi Hidayat Official, Selasa 31 Maret 2026.

Ia menambahkan, keseimbangan antara usaha dan ibadah adalah kunci utama membuka jalan rezeki. Menurutnya, amalan sunnah seperti salat Tahajud bisa menjadi salah satu bentuk ikhtiar spiritual yang kuat.

"Bila Anda praktekan ini dalam kehidupan, maka MasyaAllah rezeki akan mudah didapatkan oleh kita," jelasnya.

UAH menerangkan bahwa salat Tahajud, yang dilakukan di sepertiga malam terakhir, punya keutamaan besar untuk mendekatkan diri pada Allah SWT. Namun, ia juga ingatkan bahwa amalan sunnah tidak boleh menggantikan kewajiban utama sebagai muslim.

Ia tekankan pentingnya menjaga salat lima waktu sebagai fondasi dasar sebelum menambah amalan sunnah lain.

Dalam penjelasannya, UAH juga mengutip hadis Rasulullah SAW yang menegaskan keutamaan memperbanyak sujud.

MEMBACA  AI Mulai Tunjukkan Dampak pada Pekerjaan Pemula, Menurut Pemerintah Irlandia

“Hendaknya engkau memperbanyak sujud kepada Allah. Karena engkau tidak sujud kepada Allah satu kali, melainkan Allah akan mengangkatmu satu derajat dan menghapuskan satu kesalahan dari dirimu.” (HR. Muslim dari Tsauban).

Tidak hanya itu, UAH juga ceritakan bagaimana para sahabat Nabi tetap jaga ibadah di tengah kesibukan. Meski aktivitasnya padat, mereka tidak tinggalkan salat wajib berjamaah dan tetap laksanakan ibadah malam.

"Sahabat-sahabat mulia, kayanya luar biasa, salat dikerjakan 5 waktu di masjid, malamnya masih Tahajud, dan indah karena meningkatkan takwa kepada Allah SWT," tambah Ustaz Adi.

Tinggalkan komentar