Antrean Panjang di Myanmar Imbas Krisis Bahan Bakar Perang Iran

Penutupan Selat Hormuz pasca serangan AS dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu menimbulkan gelombang kejut di seluruh dunia, mendorong harga minyak melambung dan mengganggu rantai pasok maritim.

Hampir 90% minyak dan gas yang melintasi selat tersebut ditujukan untuk negara-negara Asia—namun arus itu praktis terhenti sejak perang dimulai.

Koresponden BBC untuk Asia Tenggara, Jonathan Head, melaporkan dari Myanmar, di mana para pengendara harus menghadapi antrean panjang di luar SPBU untuk mengisi bahan bakar kendaraan mereka.

Otoritas yang didukung militer di negara itu, yang telah dilanda perang saudara sejak Mei 2021, juga memberlakukan kebijakan ganjil-genap untuk kendaraan pribadi dan membatasi konsumsi bahan bakar hanya 35 liter per minggu.

MEMBACA  Perang Iran: Apa yang Terjadi pada Hari ke-21 Serangan AS-Israel?

Tinggalkan komentar