Belum banyak kasus penggunaan brilian untuk kacamata pintar yang benar-benar revolusioner, tetapi jika ada, kebanyakan bukanlah hal yang bisa dikategorikan etis. Sejauh ini, kacamata pintar terbukti sangat efektif untuk merekam orang secara diam-diam, membantu seseorang mendapat bimbingan tidak etis di pengadilan, dan, berdasarkan laporan terbaru, untuk menyontek dalam ujian akademik.
Menurut laporan dari Rest of the World, para pelajar di Tiongkok memanfaatkan kacamata pintar AI dari merek seperti Meta dan Rokid untuk mendapatkan keuntungan dalam ujian. Potensi kacamata pintar untuk menjawab soal kuis begitu menarik hingga konon menciptakan pasar sewaannya sendiri.
Seorang pelajar anonim yang dikutip publikasi nirlaba tersebut mengklaim bahwa ia tidak hanya menggunakan kacamata pintar untuk sesekali menyontek, tetapi juga “menyewakannya” kepada pelajar lain dengan tujuan serupa. Demikian pula, seorang pengusaha yang diwawancarai Rest of World, yang menyewakan kacamata pintar AI buatan Rokid dan Alibaba, menyebutkan bahwa di antara penggunanya terdapat “pelajar yang membutuhkan kacamata untuk ujian.” Sumber tersebut dikabarkan mengiklankan kacamata pintar itu sebagai alat yang mampu menjawab pertanyaan bahasa Inggris dan matematika di situs media sosial populer di Tiongkok. Harga sewa dilaporkan berkisar antara $6 hingga $12 per hari, tergantung modelnya.
Seperti dicatat publikasi itu, kacamata pintar AI seperti yang disewakan tersebut secara eksplisit dilarang selama ujian masuk perguruan tinggi dan ujian pegawai negeri, tetapi karena banyak model sulit dikenali, para pelajar mengaku tetap dapat menggunakannya tanpa ketahuan selama ujian. Cerita ini sepertinya sudah tidak asing lagi.
© Raymond Wong / Gizmodo
Di Amerika Serikat, meski banyak institusi seperti pengadilan dan penyelenggara ujian standar seperti College Board telah melarang kacamata pintar, penegakannya masih merupakan tantangan besar. Seperti yang kerap saya kemukakan, kacamata pintar sulit dikenali. Meski beberapa memiliki kamera yang jelas, seperti Ray-Ban Meta AI glasses atau Meta Ray-Ban Display, model lain seperti buatan Even Realities tidak memiliki ciri khas apa pun selain tampilan kecil pada lensa yang sulit dilihat kecuali Anda sengaja mencarinya.
Intinya, bahkan jika ada yang secara aktif memeriksa kacamata pintar sebelum ujian atau memasuki tempat sensitif seperti ruang sidang, pemeriksa perlu tahu persis apa yang harus dicari. Dan apakah orang memiliki kemauan serta pengetahuan untuk melakukan pemeriksaan ketat semacam itu masih harus dibuktikan. Jadi, sepertinya jika Anda berniat menggunakan kacamata pintar untuk menyontek atau mendapat keunggulan kompetitif, sekarang adalah waktu yang tepat, sekalipun para guru dan institusi mulai waspada.